Harga Kebutuhan Pokok Alami Kenaikan Di P.Siantar

  • Bagikan
Pedagang di Pasar Dwikora Kota Pematangsiantar tetap berdagang seperti biasa, Senin (26/2) meski harga dagangan mereka mengalami kenaikan dan membuat pembeli berkurang.(Waspada-Edoard Sinaga).
Pedagang di Pasar Dwikora Kota Pematangsiantar tetap berdagang seperti biasa, Senin (26/2) meski harga dagangan mereka mengalami kenaikan dan membuat pembeli berkurang.(Waspada-Edoard Sinaga).

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Harga berbagai kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan di Kota Pematangsiantar pasca Pemilu 2024.

Kenaikan harga kebutuhan pokok itu bukan hanya beras, ayam potong, minyak goreng, tapi hasil pertanian seperti cabe merah, bawang dan sayur mayur serta telur ayam juga mengalami kenaikan harga.

Akibat kenaikan harga yang terus seperti tidak terkendali itu membuat masyarakat kalangan kecil mengeluh dan terpaksa harus belanja sesuai kemampuan keuangan. Para pedagang juga terkena imbasnya, karena penjualan akhirnya turun drastis.

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga beras sebenarnya sudah berlangsung beberapa hari sebelum dan sesudah Pemilu 2024, dimana beras premium ukuran karung kecil 5 kg sudah mencapai Rp75 ribu per karung.

Sementara, harga eceran untuk beras medium atau beras murah sekitar Rp12 ribu per kg dan masyarakat memang banyak meminatinya.

Menurut Boru Sitorus, salah seorang pedagang di Pasar Horas, Senin (26/2) beras murah dari Bulog memang banyak peminatnya, karena harganya memang paling murah.

Peminatnya cukup ramai, lanjut Sitorus, hingga jatah 2 ton untuk satu minggu telah habis dalam waktu empat hari. Pedagang beras di Pasar Horas berharap agar Bulog menambah pasokan jatah beras murah itu.

Sedang pedagang ayam potong Boru Nasution di Pasar Dwikora menyebutkan harga ayam potong juga semakin mengalami kenaikan setelah Pemilu. Menurutnya, saat ini harga ayam potong sudah mencapai Rp39 ribu per kg.

Kenaikan harga itu, lanjut Nasution, membuat penjualan yang biasa per hari sampai 20 kg, mengalami penurunan mencapai sampai sekitar 50 persen.

Tentang persediaan, Nasution menyatakan tetap ada pada pemasok yang berasal luar kota seperti Kab. Deli Serdang, Langkat dan Serdang Bedagai. “Harga naik, karena harga pembelian juga naik.”

Akibat kenaikan harga ayam potong itu, paling merasakannya para pedagang ayam goreng atau ayam bakar serta pedagang nasi. Dimana, meski harga naik, para pedagang itu mengaku tidak mungkin menaikkan harga.

Menurut mereka, bila menaikkan harga makanan, akibatnya makanan tidak laku dan pelanggan tidak akan datang lagi, hingga mereka mengatur potongan ayam.

Terkait harga komoditas pertanian seperti cabai merah yang tiga hari sebelumnya Rp40 ribu per kg, merangkak naik dan saat ini sudah mencapai Rp75 ribu per Kg. Kenaikan harga itu menurut pedagang, karena pasokan cabai lokal dari Kab. Simalungun, Tanah Karo dan Dairi memang sepi.

Menurut pedagang Marga Saragih di Pasar Dwikora, harga cabai terus naik, karena petani dari Simalungun dan Tanah Karo sedang memasuki musim tanam dan cabai merah yang mereka jual berasal dari Brebes yang biasa menyebutnya cabai kotak.

Harga bawang merah juga mengalami kenaikan mencapai Rp38 ribu per kg dari sebelumnya Rp25 ribu per kg. Begitu juga dengan harga minyak goreng juga mengalami kenaikan Rp1.000 per kg, sedang harga telur mengalami kenaikan Rp200 per butir.

“Sekarang sudah tidak ada lagi yang murah, semua mahal,” keluh seorang ibu rumah tangga Boru Sihombing ketika berbelanja di Pasar Dwikora.(a28).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *