LUBUK PAKAM (Waspada.id): Bupati Deliserdang dr. H. Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa mekanisme pembayaran honor bagi bilal jenazah dan penggali kubur yang selama ini dilakukan setiap tiga bulan, akan dilakukan setiap bulan. Bahkan, ia jugak akan memberangkatkan umrah tiga orang penggali kubur.
“Ini harus kita ubah, kan bilal jenazah dan penggali kubur makan juga setiap hari,” kata Asri Ludin Tambunan didampingi Wakil Bupati (Wabup) Lom Lom Suwondo pada buka puasa bersama di rumah dinasnya di Lubukpakam, Kamis (19/3/26).
Asri Ludin Tambunan yang hadir bersama Ketua TP PKK Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, dan Wakil Ketua I PKK Ny. Asniar Lom Lom Suwondo menambahkan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komunikasi kepada masyarakat dalam mendukung kesejahteraan Kabupaten Deliserdang.

“Pertemuan ini menjadi salah satu tujuan utama keberadaan pemerintah, yaitu bagaimana kami bisa melayani masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, tambahnya, pemerintah daerah juga berencana menaikkan besaran honor bilal jenazah dan penggali pada tahun mendatang. Hal itu bentuk apresiasi terhadap peran sosial mereka di tengah masyarakat.
Di bidang perlindungan sosial, Pemkab Deliserdang memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, bilal jenazah dan penggali kubur telah terdaftar sebagai peserta. Ke depan, pengemudi becak juga akan mendapatkan perlindungan serupa.
“Pengemudi becak juga akan kita berikan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka juga adalah tulang punggung keluarga yang perlu kita lindungi,” papar Bupati.
Sementara di sektor kesehatan, sebutnya, pemerintah daerah juga memperkuat pendataan melalui program “Pas Jempol” untuk mengidentifikasi warga kurang mampu. Data tersebut akan menjadi dasar pemberian BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung pemerintah daerah, khususnya bagi masyarakat dalam kategori desil 1 hingga 5.
Tak hanya itu, Bupati juga mengumumkan kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga kurang mampu.
“Warga yang masuk kategori desil 1 sampai 5 akan kita nol kan PBB-nya sebagai bentuk keberpihakan pemerintah,” uangkapnya.
Ia juga berharap, berbagai kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta membantu warga prasejahtera naik kelas secara ekonomi.
“Kita ingin kabupaten ini benar-benar menjadi daerah yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat dan berpihak kepada yang membutuhkan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Asri Ludin Tambunan juga menekankan pentingnya peran Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) dalam memastikan program pemerintah tepat sasaran. Sebab, jabatan tersebut sebagai amanah yang menuntut empati dan tanggung jawab tinggi.
“Tugas itu tugas mulia. Jabatan bukan hanya soal tunjangan, tapi ada tanggung jawab besar di dalamnya,” tegasnya lagi.
Asri Ludin Tambunan mengingatkan, akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Kasi Kesos khususnya dalam hal pendataan masyarakat.
“Bagi Kasi Kesos yang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, akan kita ganti dengan yang benar-benar mampu,” ujarnya.

Apalagi, ia tidak mungkin mengenal satu per satu dari 2,1 juta masyarakat. Di sinilah peran Kasi Kesos sebagai perpanjangan tangan pemerintah.
“Kita harus kerja berdampingan. Jangan menganggap itu hanya urusan bupati. Kita semua punya tanggung jawab,” sebutnya lagi
Sebelum waktunya berbuka puasa Bupati Asri Ludin, Wabup, Ketua TP PKK dan Wakil Ketua I PKK turut membagikan tali asih dan bingkisan kepada perwakilan bilal jenazah, penggali kubur, warga prasejahtera, tukang becak, pengurus PKBM, BKM Masjid dan Ketua STM.
Sedangkan tausiah disampaikan oleh Al Ustadz, Sampurna Silalahi.
Terlihat hadir Anggota DPRD Sumut Ir. Hj. Anita Lubis, Sekda Deliserdang Dedi Maswardy, para Asisten, para Kepala Organisasi perangkat Daerah (OPD), para camat se-Deliserdang, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainya.(id.28/syahril)











