TAPANULI TENGAH (Waspada.id): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin (16/2/2026) kembali memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah kecamatan.
Data hasil pendataan hingga pukul 19.00 WIB menunjukkan kerusakan infrastruktur, akses jalan terputus, serta ratusan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Berdasarkan laporan pemerintah desa, satu titik longsoran baru terjadi di Dusun III Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi ini meningkatkan kekhawatiran warga karena wilayah tersebut berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor.
Di Dusun I Desa Rampa, masyarakat memilih melakukan evakuasi mandiri di tiga titik berbeda. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi, mengingat lokasi permukiman berada dekat perbukitan meskipun kondisi wilayah relatif masih aman.
Kerusakan rumah dilaporkan terjadi di Desa Nagatimbul, Kecamatan Sitahuis, dengan total tiga unit rumah mengalami kerusakan akibat dampak cuaca ekstrem. Sementara itu, putusnya jembatan penghubung antara Dusun I dan Dusun III di Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, menyebabkan aktivitas warga terganggu.
Situasi semakin mengkhawatirkan setelah akses jalan di Dusun I Sigarupu, Desa Mardame, Jalan Rampah–Poriaha tidak dapat dilalui kendaraan. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung Sibolga menuju Medan, sehingga berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Banjir juga merendam Desa Pangaribuan, Kecamatan Andam Dewi, mengakibatkan kendaraan tidak dapat melintas menuju wilayah Manduamas dan Barus. Di Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, tanggul yang baru diperbaiki pasca bencana November 2025 dilaporkan kembali pecah. Warga yang bermukim di sekitar sungai telah dievakuasi ke dataran tinggi Dusun II untuk menghindari risiko banjir susulan.
Kondisi serupa terjadi di Dusun II Pagaran Baringin, Desa Tapian Nauli IV, setelah tanggul yang dibangun pada tahun 2025 jebol dan menyebabkan banjir kembali merendam permukiman warga.
Selain kerusakan fisik, pemadaman listrik juga terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Rampa, Makarti, Lubuk Ampolu, Ujung Batu, Sialaogo, Rawa Makmur, Sidaling, Hutaginjang, dan Aek Garut, sehingga memperparah kondisi warga terdampak.

Di Kecamatan Sosorgadong, jembatan kayu di Dusun II Sipodang, Desa Siantar CA, yang menjadi akses menuju kebun masyarakat dilaporkan putus. Sementara itu, banjir kembali menerjang Desa Aloban Bair, menyebabkan seluruh warga sebanyak 140 kepala keluarga mengungsi di Gereja Pentakosta Aloban.
Pemerintah kecamatan dan desa bersama unsur terkait saat ini melakukan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan darurat.
Langkah yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pengamanan lokasi pengungsian, upaya pemulihan listrik, pendataan dan verifikasi kerusakan rumah serta infrastruktur, hingga edukasi kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan bantaran sungai.
Situasi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat masyarakat diminta tetap waspada, terutama terhadap ancaman banjir susulan dan longsor di wilayah rawan bencana.
Data sementara ini bersumber dari laporan kepala desa se-Kabupaten Tapanuli Tengah dan masih terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. (Tnk)











