Hujan Dua Jam Rendam Labuhanruku

  • Bagikan
BEBERAPA rumah di Lingkungan VI Labuhanruku Kecamatan Talawi, Batubara masih tergenang banjir saat terjadi curah hujan tinggi kemarin. Diperburuk lagi dengan kondisi riol maupun parit induk didepannya yang mengalami pendangkalan dan ditutupi rumput hingga air tidak dapat leluasa mengalir ke sungai mengakibatkan air meluber menggenangi pemukiman. Waspada/Iwan Has
BEBERAPA rumah di Lingkungan VI Labuhanruku Kecamatan Talawi, Batubara masih tergenang banjir saat terjadi curah hujan tinggi kemarin. Diperburuk lagi dengan kondisi riol maupun parit induk didepannya yang mengalami pendangkalan dan ditutupi rumput hingga air tidak dapat leluasa mengalir ke sungai mengakibatkan air meluber menggenangi pemukiman. Waspada/Iwan Has

  LABUHANRUKU (Waspada): Lebih kurang dua jam diguyur hujan, sejumlah pemukiman warga di Kelurahan Labuhanruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara terendam air dan dikhawatirkan genangan air semakin tinggi kendati hujan sudah mulai reda dan nampak surut, Kamis siang, (7/12).

  Sejauh ini belum ada upaya pengerukan untuk memperdalam parit mengunakan alat berat PU Batubara. Padahal alat berat dimaksud sempat didroping dan bekerja melakukan pembersihan sejumlah parit baru-baru lalu, namun di depan perumahan Lingkungan, VI, VII dan VIII luput dari pengerjaan, sehingga begitu itensitas hujan tinggi, air meluber menggenangi kawasan pemukiman dan jalan perumahan karena tidak mampu menampung debit hujan.

  Selain air sempat menggenangi kawasan blok perumahan juga pemukiman warga sekitar, banjir masih bertahan sampai saat ini, beberapa rumah tergenang air, bahkan diantaranya terpaksa bekerja ekstra menimba air yang menggenangi teras dan dapur rumah serta menutup dengan membuat benteng dari tumpukan tanah untuk menghindari agar air tidak sampai masuk ke dalam rumah, sedangkan ruas jalan komplek perumahan yang rusak dan berlubang tak luput menjadi sasaran genangan.

  Akibatnya pengguna jalan hati-hati lewat menggurangi kecepatan kenderaan yang ditunggangi agar tidak terjebak lubang maupun memercik air ke pejalan kaki.

  Kawasan tersebut kerap menjadi bulan-bulanan genangan air, terutama di saat intensitas hujan tinggi karena kondisi riol maupun parit induk mengalami pendangkalan berat dan ditumbuhi semak akibat kurang mendapat perhatian dan perawatan.

  Kendati Pemkab Batubara telah menurunkan alat berat untuk melakukan pembersihan dan memperdalam parit, sangat disayangkan pekerjaan tersebut tidak menjangkau ke lingkungan kawasan tersebut dan kini belum ada tanda-tanda alat berat dari PU didroping kembali untuk bekerja.

   Lurah Labuhanruku Yusri di hadapan warga mengaku, parit di Lingkungan VI, VII dan VIII akan dikeruk mengunakan alat berat dari PU yang sebelumnya sempat ditarik karena perlu perbaikan. Sedangkan yang sudah dikerjakan meliputi parit di sekitar pasar lama Lingkungan III dan sebagian di kawasan hilir Lingkungan V.(a.18)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *