Sumut

Inalum Dan PJT 1 Untuk Konservasi Air, Hutan, Demi Masa Depan Danau Toba

Inalum Dan PJT 1 Untuk Konservasi Air, Hutan, Demi Masa Depan Danau Toba
Pembangunan sumur resapan kerja sama PT Inalum dengan PJT 1 demi keberlangsungan Danau Toba dimasa mendatang.(Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

KUALATANJUNG, (Waspada.id): Kolaborasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dengan Perum Jasa Tirta 1 (PJT-1), jalankan program strategis konservasi alam di Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba yang terletak di 7 Kab/Kota di Sumatera Utara.

Kinerja ini menegaskan komitmen Inalum mendukung kelestarian Daerah Tangkapan Air Danau Toba sebagai langkah meningkatkan kebermanfaatan perusahaan kepada masyarakat dan Indonesia.

Program yang dilakukan antara lain pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, pembibitan, penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan Inalum Sunarno A. Rakino menyebutkan Senin (19/1) kinerja ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya air dan hutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya pelestarian Danau Toba hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

“Bagi Inalum, Danau Toba bukan hanya bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Melalui program konservasi, kami berupaya hadir dengan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan. Kami percaya, ketika kolaborasi ini berjalan beriringan, upaya menjaga Danau Toba tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi komitmen bersama untuk masa depan Sumut dan Indonesia,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Inalum dan mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan strategis konservasi yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Upaya tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Adapun beberapa program yang dilakukan antara lain:
Konservasi Air Dan Resapan
Upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, pembangunan 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara menjadi bagian dari langkah strategis meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi limpasan permukaan.

Perusahaan juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi yang tersebar di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.

Edukasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan berupa, program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, meliputi Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.

Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak din, untuk mendukung keberlanjutan rehabilitasi lahan, Inalum turut membangun Kebun 3 unit Bibit Rakyat (KBR) berkapasitas 50.000 bibit per tahun, dan Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.

Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat
Sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, Inalum melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla di DTA Danau Toba melalui pembentukan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 18 MPA di beberapa kabupaten, yaitu: Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo dan Samosir hingga tahun 2025.

Rehabilitasi Lingkungan Program penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama dengan total 1.050 pohon yang ditanam dan mitra di berbagai lokasi prioritas di kawasan Danau Toba.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, dan menjaga kualitas air danau. Penanaman dilakukan di area seluas lebih dari 1.400 hektar di berbagai kabupaten di sekitar Danau Toba. Jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti untuk menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperluas tutupan hijau di wilayah tangkapan air Danau Toba. Program penanaman pohon ini juga merupakan langkah inisiatif dalam melaksanakan mitigasi terjadinya bencana hidrometeorologi di Sumut.

Program konservasi Inalum menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Melalui pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumut dan Indonesia.(Id.43)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE