Sumut

Inalum Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional Melalui Integrasi Bauksit–Alumina–Aluminium Di Mempawah

Inalum Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional Melalui Integrasi Bauksit–Alumina–Aluminium Di Mempawah
Direktur Utama PT Inalum Melati Sarnita bersama pejabat lainnya, usai melihat ground breaking pengolahan dan pemurnian bauksit - alumina - aluminium di Mempawah. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

KUALA TANJUNG (Waspada.id): Pasca groundbreaking Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Kab. Mempawah, Kalimantan Barat menandai langkah strategis Inalum bersama Grup MIND ID dalam mendukung kebijakan hilirisasi mineral nasional.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, baru baru ini menyebut bahwa hilirisasi ini akan membuat Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam komoditas strategis, khususnya aluminium. Ia berharap swasembada aluminium pada tahun 2030 dapat tercapai.

“Hilirisasi bauksit menjadi aluminium merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat kemandirian sektor industri Indonesia. Percepatan pembangunan smelter dan refinery menjadi upaya untuk menekan ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, serta membangun rantai pasok aluminium yang terintegrasi dari hulu hingga hilir yang memberikan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia,” ujar Melati.

Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah ini terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan Smelter Aluminium. Dibangun di area yang sama dengan SGAR Fase 1 yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun, SGAR Fase 2 yang juga dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia, anak perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

Dengan demikian, kapasitas produksi alumina domestik akan meningkat menjadi 2 juta ton per tahun, dengan penyerapan bijih bauksit sebesar 6 juta ton per tahun yang dipasok dari seluruh area Izin Usaha Pertambangan PT Aneka Tambang Tbk di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Sementara itu, pasokan listrik untuk Smelter Aluminium kedua akan diperoleh dari PT Bukit Asam Tbk. (Id.43)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE