INALUM Unit Paritohan 2023 Bergerak Aktif Merawat Pesisir Danau Toba

  • Bagikan
Kawasan PT. Inalum di Paritohan, Kecamatan Pintupohan Meranti, Kab.Toba. Waspada/Ist
Kawasan PT. Inalum di Paritohan, Kecamatan Pintupohan Meranti, Kab.Toba. Waspada/Ist

TOBA (Waspada ) : PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM dalam periode 2019-2023 bergerak aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati flora dan fauna di kawasan PLTA Paritohan serta Kawasan Danau Toba. Hal tersebut senada dengan visi TJSL INALUM dan Sustainability Pathway
Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).

Corporate Secretary INALUM, Mahyaruddin Ende lewat rilis berita yang diterima Waspada, Sabtu (27/1) menyampaikan bahwa kerja keras tim work yang berada di unit PLTA Paritohan semata-mata bekerja untuk menjaga ekosistem sekitar sekaligus menjaga lingkungan agar pasokan energi yang menjadi tulang punggung operasional tetap terjaga.

“Ada beberapa program besar yang dilakukan PLTA Unit Paritohan dalam menjaga ekosistem dan lingkungan sekitar PLTA. Program-program ini dibentuk sebagai usaha INALUM dalam mewujudkan sustainability operasional yang ramah lingkungan. Pun perusahaan melakukan program tersebut dengan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga keberadaan INALUM dan lingkungan tetap bersanding sekaligus ketersediaan energi untuk operasional peleburan tetap terjaga,”
ujar Mahyaruddin.

Program-program yang dilaksanakan antara lain; Program Konservasi Danau Toba. Program ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi Daerah Tangkapan Air Kawasan Danau Toba sebagai daerah penyangga ketersediaan dan kestabilan level air Danau Toba. Tidak hanya menanam pohon, tetapi juga dilakukan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi.

“Total pada tahun 2023 sebanyak 668.880 pohon telah tertanam yang terdiri dari 25 jenis spesies di lahan 1.436,8 hektar. Adapun pohon yang ditanam merupakan pohon buah-buahan berkayu dan hasil penanamannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga secara tidak langsung program ini melibatkan peran aktif masyarakat,” imbuhnya.

Selanjutnya, Optimalisasi Pembibitan Pohon. Program ini merupakan awal dari kegiatan penanaman pohon. Bibit tanaman yang sudah siap akan ditanam di sekitar lokasi perusahaan. Bibit tanaman juga dibagikan kepada masyarakat sekitar agar dapat dimanfaatkan. Tercatat telah melakukan pembibitan untuk 4.418 spesies di lahan 0.10 hektar.

Program berikutnya adalah Pemberdayaan Ikan Jurung. Keberadaan Ikan Jurung di Sungai asahan mulai terancam karena masyarakat sekitar menangkap tanpa melakukan budidaya atau pengembangbiakan. Program ini mengusung konsep Ex-Situ dan berhasil menghadirkan 1.352 Ikan Jurung di lahan 0,15 hektar.

Taman Kehati Perumahan PLTA Paritohan merupakan program penanaman pohon endemik di lahan seluas 4 hektar. Pada tahun 2023, ada 700 pohon berhasil ditanam yang berasal dari 5 spesies (kemenyan, andaliman, sotul, teratai, dan klambang).

Pembibitan Tanaman Multi Purpose Tree Species Sebagai Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, lahan yang saat ini ada masih bisa dikatakan cukup kritis karena adanya pembangunan dan penebangan liar. PT INALUM bekerjasama dengan Yayasan Warisan Hidup Sumatera (WHIS) melakukan pembibitan tanaman di Kebun Raya Samosir.

“Total ada 17.000 pohon yang ditanam dengan jenis multi purposes tree species,” pungkasnya.

Program-program keberlanjutan INALUM adalah komitmen perusahaan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. INALUM memprioritaskan pelestarian lingkungan, mengedepankan tanggung jawab sosial, mempertahankan praktik tata kelola yang efektif, membina hubungan yang kuat dengan investor, serta menyampaikan laporan keberlanjutan yang transparan. Dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ini, perusahaan memastikan keberlanjutan dan dampak positif dari kegiatan operasional perusahaan, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan masyarakat luas. (rg/rel)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *