Isra Mikraj Di Rutan Tarutung: Momentum Introspeksi Diri

  • Bagikan
Isra Mikraj Di Rutan Tarutung: Momentum Introspeksi Diri
Pihak Rutan Tarutung dan warga binaan memeringati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 H, Sabtu (9/3). Waspada/Ist

TAPUT (Waspada): Peringatan Isra Mikraj diharapkan sebagai momentum pegawai dan warga binaan untuk introspeksi diri dan tingkatkan iman.

Hal ini dikatakan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Tarutung, Ismet Sitorus saat peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 H yang dirangkai dengan perayaan menyambut bulan suci Ramadan jajaran Rutan Kelas IIB Tarutung dengan warga binaan, Sabtu (9/3).

Ismet Sitorus mengungkapkan peringatan Isra Mikraj bukan hanya sebatas acara tahunan semata, melainkan sebagai sarana introspeksi diri dan pemantapan iman.

Dalam peringatan Isra Mikraj ini menyuruh untuk merenungkan dan memahami ke utamaan besar yang terjadi dalam peristiwa Isra Mikraj.

“Peringatan Isra Mikraj kali ini memiliki makna yang dalam bagi kita semua. Meskipun kita berada dalam keterbatasan ruang fisik, namun jiwa dan rohani kita tetap bebas untuk menggapai kedekatan dengan Sang Pencipta,” kata Ismet Sitorus.

Terkhusus kepada warga binaan yang hadir, kata Ismet, agar benar-benar memaksimalkan waktunya untuk mendengarkan tausiyah dari Al-Ustadz Muhammad Nazar Luthfi Tambunan.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini, mari kita bareng-bareng memperdalam ilmu agama. Banyak hikmah juga yang dapat kita ambil dari kisah perjalanan Nabi Muhammad pada peringatan Isra Mi’raj ini,” tutup Ismet Sitorus.

Ustadz H. Muhammad Nazar Luthfi Tambunan diundang sebagai pembicara kunci membawakan taUsiah tentang Isra Mikraj dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam paparannya, ia menyoroti bagaimana peristiwa Isra Mikraj mengajarkan umat Islam untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, meski di tengah gempuran materialisme dan pergeseran nilai moral di era modern.

Ustadz Nazar Luthfi mengajak jamaah untuk merenungkan kembali nilai-nilai spiritual yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW selama peristiwa Isra Mikraj, seperti kesabaran, keteguhan hati, dan keutamaan salat.

Ia juga menegaskan bahwa salat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga alat komunikasi langsung dengan pencipta, yang dapat menguatkan jiwa di tengah badai kehidupan.

Selanjutnya acara ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar umat Islam dapat mengambil pelajaran dari Isra Mikraj untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Peristiwa Isra Miraj meninggalkan pesan mendalam bagi umat Islam, ini menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, nilai-nilai spiritual dan ajaran Nabi Muhammad SAW tetap relevan dan menjadi panduan hidup yang kekal.

Sebagai akhir acara, pegawai dan warga binaan saling bersalaman dan saling maaf memaafkan guna mensucikan hati dalam menyambut bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.(chp)

  • Bagikan