STABAT (Waspada.id): Pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Singlar dan pihak SMKN 1 Stabat memberikan klarifikasi atas video viral di media sosial yang menyebut buah dalam paket menu kering MBG dalam kondisi busuk.
Ka SPPG Singlar, Alvin Prabowo, Sabtu siang (07/03) melalui WhatsApp menyatakan bahwa menu kering MBG tidak dibagikan sembarangan, melainkan melalui proses dan mekanisme yang sesuai dengan perintah Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sebelum dikemas dan dibagikan, kami harus mengecek barangnya dahulu, apalagi lebih spesifik terkait Buah dan Telur yang diperiksa satu persatu. Dan setiap item lainnya juga pastinya dihitung komposisinya dan kelayakannya,” ujar Alvin.
Ia menilai pemberitaan yang beredar merupakan informasi yang tidak sepenuhnya benar dan tidak utuh karena tidak ada konfirmasi pada pihak dapur maupun sekolah. “Saya menduga itu berita yang tidak utuh karena tak ada konfirmasi pada kami pihak dapur ataupun pihak sekolah,” tambahnya.
Di sisi lain, Mujianto S. Pd., Wakil Kepala Kesiswaan SMK 1 Stabat sekaligus guru penanggung jawab pendistribusian, mengakui bahwa menu kering MBG yang disalurkan pada siswa yang hadir saat hari penyaluran dalam keadaan layak dan sesuai standar program.
“Terkait pemberitaan yang viral di sosial media juga kami sudah tahu. Itu merupakan langkah spontanitas siswa kami, dan peserta didik yang memviralkan menu tersebut sebenarnya juga tidak hadir saat didistribusikannya,” beber Mujianto melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, siswa yang mengunggah video tidak hadir pada hari pembagian tanggal 16 Februari 2026. Setelah libur dari 16 hingga 22 Februari, siswa tersebut baru menerima paket MBG pada 23 Februari, hal yang sudah disampaikan pada SPPG Singlar.
Salah seorang siswa SMKN 1 Stabat, Rizki, mengungkapkan bahwa menu kering yang diterimanya pada Senin (16/02) tidak ada masalah. “Yang saya terima aman. Buahnya juga bagus, sama seperti yang diterima teman-teman lain,” ujarnya saat ditemui di depan sekolah.
Sebagai informasi, video yang diunggah di Instagram pada 23 Februari 2026 memperlihatkan seorang siswa membuka paket MBG sambil menyebut apel di dalamnya busuk, dengan narasi menyebutkan nama Prabowo dan menyatakan tidak jadi makan. (Id100)












