Jalinsum Pahae Jae Dan Pahae Julu Tertimbun Longsor, 1 Truk Jatuh Ke Jurang

  • Bagikan
Jalan Lintas Sumatera di dua titik di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu tertimbun tanah longsor, Minggu (17/12) malam. Waspada/ist
Jalan Lintas Sumatera di dua titik di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu tertimbun tanah longsor, Minggu (17/12) malam. Waspada/ist

TAPUT (Waspada) : Dua titik ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kecamatan Pahae Jae, tepatnya di Dusun Pargarutan, Desa Silangkitan dan di Kecamatan Pahae Julu, tepatnya di Desa Lobu Pining tertimbun tanah longsor, Minggu (17/12) sekira pukul 18.00 Wib. Diduga penyebab tanah longsor terjadi karena kedua wilayah itu di guyur hujan deras.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu, namun 1 unit truk jatuh masuk jurang saat menghindari longsoran tanah dari perbukitan. Hampir 2 jam lamanya petugas kepolisian dibantu warga setempat membersihkan matrial longsor dari badan jalan. Kini Jalinsum itu sudah bisa di lalui kendaraan.

Kapolres Taput, AKBP Johanson Sianturi, melalui Kasi Humas, Ipda Barencus Gultom, S.H membenarkan kejadian tersebut, Senin (18/12) siang. Barencus menjelaskan, bahwa peristiwa tanah longsor yang menutup dua titik badan jalan di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu itu terjadi pada waktu yang bersamaan, yaitu pada hari Minggu (17/12) sekira pukul 18.00 Wib.

Jalinsum Pahae Jae Dan Pahae Julu Tertimbun Longsor, 1 Truk Jatuh Ke Jurang
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Taput sedang mengatur arus lalu lintas di lokasi tanah longsor yang menutup ruas jalan di dua titik di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu. Waspada/ist

Barencus menerangkan, peristiwa tanah longsor yang terjadi di Dusun Pargarutan Desa Silakkitang, Kecamatan Pahae Jae menutup ruas jalan sekitar 5 meter panjangnya. Tanah longsor itu juga turut membawa kayu besar tumbang dari perbukitan dan menutup ruas jalan tersebut.

“Sedangkan yang di Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, jalan tertutup tanah longsor hampir sekitar 7 meter panjangnya, dan saat kejadian itu, satu unit truk dengan nomor Polisi BM 8738 TC yang dikemudikan Dedi Irianto, 38, warga Tanjung Morawa melintas di lokasi menuju Medan terjatuh ke jurang,”terang Barencus Gultom.

Diduga mobil truk tersebut jatuh ke jurang untuk menghindari terkena tanah longsor dari tebing jalan saat melintas di lokasi.

“Saat itulah mobil tergelincir dan akhirnya terbalik ke jurang sebelah kanan arah tujuannya karena tanah longsor di sebelah kiri, namun supirnya tidak mengalami luka hanya mobilnya saja yang mengalami kerusakan,” bebernya.

Kata Barencus, hampir 2 jam kedua titik jalan terdampak tanah lonsor itu bisa dikendalikan pihaknya bersama warga setempat.

“Saat ini ruas jalan sudah bisa dilalui kendaraan dan masih tetap dilakukan pembersihan agar arus lalu lintas bisa pulih kembali dan tetap dalam pengaturan Satuan Lalu Lintas Polres Taput,” sebutnya.

Barencus juga himbau pengendara yang melintasi Jalinsum itu supaya hati-hati mengingat sepanjang jalan berada dibawah kaki gunung dan rawan longsor di musim penghujan.

“Polres juga sudah berkordinasi dengan pihak Pemkab Taput supaya alat berat di stand by kan di dua kecamatan tersebut mengingat bahwa sepanjang jalan Kecamatan Pahae Julu dan Kecamatan Pahae Jae menuju Tapanuli Selatan berada di bawah gunung dan rawan longsor,” tutupnya.(chp)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *