Sumut

Jelang Buka Puasa, Anyang dan Nagasari Jadi Buruan Takjil di Teluk Mengkudu

Jelang Buka Puasa, Anyang dan Nagasari Jadi Buruan Takjil di Teluk Mengkudu
Lapak takjil serba Rp5000 milik Putri Maharani di Jalan Masjid Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, dipadati pembeli jelang waktu berbuka puasa Ramadhan 1447 H, Minggu (22/2/2026) sore. Waspada.id/Bambang
Kecil Besar
14px

SERGAI (Waspada.id): Menjelang waktu berbuka puasa, sentra penjualan takjil di sepanjang Jalan Masjid Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), dipadati masyarakat dari berbagai desa, Minggu (22/2/2026) sore.

Warga tampak antusias berburu aneka takjil untuk menu berbuka puasa di bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Makanan tradisional anyang dan kue nagasari paling di buru warga.

Beragam kue basah dan makanan tradisional Ramadhan dijajakan para pedagang. Di antaranya kue nagasari, kue lapis, aneka puding, bubur hingga makanan khas anyang yang menjadi favorit pembeli dan cepat habis terjual.

Salah seorang pedagang takjil, Putri Maharani, 30, warga Desa Sidodadi, Dusun II menyediakan puluhan jenis menu setiap hari selama Ramadhan. “Jenisnya banyak bang, ada sekitar 50 menu. Favoritnya anyang, itu sempat habis juga. Kue lapis, Nagasari, puding, dan lainnya juga cepat habis,” ujarnya disambangi Waspada.id.

Putri menjelaskan, takjil yang dijualnya dari harga Rp5000 sampai Rp10.000. Kue tersebut berasal dari hasil kerja bersama para pembuat kue di sekitar desa. “Ramai-ramai bang, banyak yang buat. Kalau belum ada di menu stand takjil Ramadhan, kita taruh kemari,” katanya.

Ia pun berharap suasana Ramadhan tahun ini membawa berkah bagi semua pihak. “Semoga yang berpuasa lancar sampai akhir dan semoga yang jualan juga laris manis,” tambahnya.

Dahlia, warga Desa Setrak pedagang takjil lontong sate dan aneka puding, saat melayani pembeli, Minggu (22/2/2026).Waspada.id/Bambang

Pedagang lainnya, Dahlia, 32, warga Desa Setrak, mengaku rutin berjualan takjil setiap bulan Ramadhan. “Biasanya memang setiap tahun jualan, tapi hanya di bulan Ramadhan saja,” ucapnya.

Ia menjual lontong sate, rujak ulek, puding, dan es buah dengan harga terjangkau.“Lontong sate Rp10.000 per porsi, rujak Rp10.000, puding tiga porsi Rp10.000, dan es buah Rp5.000,” jelas Dahlia.

Dahlia berharap dagangannya selalu ramai pembeli. “Semoga di bulan puasa ini ramai terus, Alhamdulillah,” katanya.

Sementara itu, Ayu, 40, warga Dusun II Pantai Sialang Buah, mengaku kerap membeli takjil di lokasi tersebut. “Makanan dan kue yang dijual rasanya pas untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ida, warga Desa Sei Buluh. Ia mengaku selalu mencari kue tradisional saat Ramadhan. “Kalau tidak di bulan puasa, kue tradisional jarang ditemui, seperti kue nagasari, kue putri, dan makanan seperti anyang,” tuturnya. (bs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE