TEBINGTINGGI (Waspada.id): Pencurian sepeda motor (Curanmor) di kota Tebingtinggi mendekati bulan Ramadan ternyata meningkat.
Kasus pencurian terbaru terjadi, Sabtu (14/2) sekira pukul 15.57 di halaman toko serba ada, di Jalan Deblot Sundoro, Kel. Rambung, Kec. Tebingtinggi Kota. Tempat kejadian perkara (TKP) hanya berjarak sekira 300 meter dari Mapolres Tebingtinggi di Jalan Pahlawan.
Kendaraan bermotor yang hilang dengan plat polisi BK 4770 NAX warna merah hitam, milik Fachrul Azmi warga Kel. Deblot Sundoro, Kec. Padang Hilir.
Korban menyatakan kecewa dan kesal atas kehilangan yang dialaminya, mengingat jarak hilangnya sepeda motor dengan masuknya dia ke toserba hanya 10 menit. “Waktu saya meninggalkan kereta dan hilangnya sekira 10 menit aja,” ujar Azmy.
Azmy langsung melaporkan kehilangan tersebut ke Mapolres Tebingtinggi didampingi awak media dan dengan segera meluncur ke tempat kejadian untuk oleh TKP. Tiga petugas polisi terlihat melakukan pengamatan dan tanya jawab dengan korban.
Terkait pencurian curanmor itu, warga menyatakan keresahannya. Salah seorang warga menyatakan sebelum kasus ini, terjadi juga sehari sebelumnya curanmor di Masjid Al Hikmah komplek Perumnas Bagelen. Korban pencurian adalah imam masjid.
“Artinya ada dua kereta hilang dalam seminggu ini,” terang warga. Mereka mempertanyakan tugas polisi yang terkesan lambat mengantisipasi keamanan kota.

Catatan wartawan Waspada.id, setidaknya sebulan belakangan, ada enam kasus curanmor di kota Tebingtinggi. Enam kasus curanmor yang terdeteksi, yakni di Jalan Bakti, halaman Masjid As Syuhada Kel. Pabatu, Masjid Perumnas Bagelen, kantor BPBD di Jln. Gn. Leuser, Kel. Tj. Marulak, Kec. Rambutan, pencurian sepeda motor di Kel. Pinang Mencung dan yang terbaru curanmot di halaman toserba Jln. Deblot Sundoro.
Terkait itu, bebrapa tokoh masyarakat yang dimintai komentarnya, menyatakan kecewa atas maraknya curanmor ini. “Kita imbau Olres Tebingtinggi meningkatkan kinerjanya Terkait tindak pencurian ini, karena sudah tahap meresahkan,” ujar seorang tokoh agama yang minta namanya tak dimuat.
Pencurian sudah menyasar masjid, ini indikasi pelaku tak lagi melihat masjid sebagai tempat yang dihormati, harusnya ditindak tegas, terang tokoh agama lainnya. “Cocok tempel lutut pencuri,” ujar salah seorang ustadz saat diskusi di beranda masjid Kec. Padang Hilir. (Lik)











