PANYABUNGAN (Waspada.id): AKBP Bagus Priandy, S.IK., M.Si yang baru saja memulai tugas sebagai Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Mandailing Natal (Madina) pada hari Senin (12/1/2026) diharapkan mampu menuntaskan persoalan narkoba, kejahatan lingkungan, dan kejahatan seksual yang menjadi permasalahan mendesak di daerah ini.
Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution, Rabu malam (14/01) melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, saat menyambut pergantian pimpinan kepolisian di Kabupaten Madina.
“Sebagai pemuda Mandailing Natal, kita siap berkolaborasi kalau polisi mau. Karena persoalan narkoba, PETI, BBM, perambahan hutan, tong emas menggunakan merkuri/sianida dan kerusakan alam akibat perusahaan perkebunan serta pertambangan di Madina sudah sangat mendesak untuk diberantas,” ujarnya.
Menurut Tan, meningkatnya kasus pencurian di Madina, seperti pencurian kotak amal masjid dan besi, merupakan dampak dari peredaran narkoba yang semakin marak ke berbagai sudut daerah. Narkoba jenis sabu-sabu tidak hanya menyasar kalangan mampu, tetapi juga kaum miskin dan disebutnya sebagai “semacam bencana” yang terjadi akibat lemahnya pemberantasan dari pihak kepolisian.
Peredaran narkoba juga dinilai sejalan dengan kejahatan lingkungan, terutama pertambangan emas ilegal yang beroperasi baik di hilir maupun hulu sungai di Kabupaten Madina. Tan menduga peredaran narkoba tersebut difasilitasi oleh oknum aparat sebagai “bisnis sampingan”, meskipun tidak menyebutkan secara spesifik aparat yang dimaksud.
Selain itu, Kabupaten Madina yang dikenal sebagai serambi Mekkah dan kota sejuta santri juga dinilai sangat rentan terhadap kejahatan seksual akibat minimnya keamanan bagi perempuan dan anak-anak. Kondisi ini diperparah oleh tempat hiburan malam terselubung yang dijadikan lokasi peredaran narkoba, minuman keras, dan prostitusi berkedok pemandu lagu.
“Coba polisi atau BNN ikut razia tempat karaoke dan pakter tuak. Di sana banyak anak-anak kita di bawah umur ikut terdampak narkoba dan miras sekaligus bebas menjajakan diri,” ungkapnya.
Tan berharap besar agar kepolisian di bawah komando AKBP Bagus Priandy dapat hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang rawan terhadap kejahatan pelecehan seksual dan sosial. Ia juga meminta dukungan dari Pemda, DPRD, MUI Madina, tokoh adat, ulama, pemuda, mahasiswa, LSM, Pers, dan tokoh pesantren untuk bersama-sama menyuarakan pemberantasan permasalahan tersebut.(id100)










