Kapus Pantai Labu: Dana BOK Ditransfer Ke Masing-masing Pegawai

Raih Akreditasi Paripurna

  • Bagikan
Kapus Pantai Labu: Dana BOK Ditransfer Ke Masing-masing Pegawai
Kantor Puskesmas Pantai Labu.

DELISERDANG (Waspada): Kepala Puskesmas Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, dr Benny Leonta Bukit, M.Kes menegaskan bahwa dia tidak dapat melakukan pencairan dana penjaringan kesehatan peserta didik di sekolah untuk petugas puskesmas.

Sebab, petugas UKS Puskemas yang melakukan kegiatan tersebut yang dapat melakukan pencairan dana ke Dinas Kesehatan Deli Serdang, namun terlebih dahulu melengkapi laporan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi gak benar kalau kepala puskesmas bisa melakukan pencairan dana tersebut. Petugas sendirilah yang dapat mencairkan dananya ke Dinas Kesehatan,” kata dr Benny Leonta Bukit, Minggu (24/12/23).

Ketika ditanya apakah dana tersebut ada dipotong untuk kepala puskesmas atau kegiatan lainnya, secara tegas dr Benny mengatakan tidak ada.

“Manalah pula kita berani meminta dana itu. Bisa pula nanti kita dituduh melakukan pungli. Itu hak petugas kita, jadi jangan cobo-coba kita potong. Bahkan, Bapak Kadis Kesehatan Deli Serdang sudah mewarning seluruh jajarannya termasuk kepala puskesmas untuk hal itu,” papar Benny.

Begitu juga dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) mulai bulan Mei, Juni, Juli dan Agustus. Begitu pegawai yang bersangkutan menyelesaikan laporan pertanggung jawaban, tambahnya, maka dana ditransfer ke rekening masing-masing pegawai yang melakukan BOK.

“Artinya, tidak ada pencairan cast untuk dana BOK. Semua ditransfer ke rekening masing-masing, sehingga dana yang diterima pegawai bisa utuh,” ujarnya.

Benny juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai puskesmas di jajarannya atas kekompakan dan kebersamaan yang sudah terjalin erat, sehingga Puskesmas Pantai Labu berhasil meraih akreditasi paripurna yang merupakan akreditasi tertinggi bagi puskesmas.

Kata dr Benny, ada empat tingkatan akreditasi puskesmas, yakni strata dasar, madya, utama dan yang paling tinggi paripurna.

Sebelum dilakukan akreditasi, pihaknya terlebih dahulu mempersiapkan beberapa tahapan. Seperti pembentukan tim akreditasi dan tim manegemen mutu,penyusunan pedoman dokumen dan pedoman tata naskas. Kemudian, duduk bersama untuk memahami instrumen akreditasi serta pengerjaan dokumen dan implementas.

Sedangkan dana untuk dokumen dan kelengkapan akreditasi,honor tenaga IT serta makan dan minum, para pegawai puskesmas melakukan patungan setiap bulan masing-masing Rp100 perbulan, selama 12 bulan.

“Itulah indahnya kebersamaan kami dan dana patungan itupun kesepakatan bersama, sehingga kita berhasil meraih akreditasi paripurna, sedangkan sisa dana akreditasi kami gunakan untuk family gathering. Bagi pegawai yang tidak hadir kita berikan uang,” ungkap Benny.

Meski demikian, Benny tetap meminta kepada seluruh pegawai puskesmas dan bidan desa agar terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(rel)

  • Bagikan