LUBUKPAKAM (Waspada.id): Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Kabupaten Deliserdang menghadapi persoalan serius tentang tenaga pendidik
Pasalnya, tenaga pendidikan berstatus pegawai negeri sipil (PNS) disekolah itu terus berkurangnya. Dari total 19 tenaga pendidik yang ada, saat ini hanya tersisa tiga guru PNS, tiga guru P3K dan sisanya guru honor.
Kepala SLB Negeri Deliserdang, Roslina Banjarnahor, S.Pd mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena banyak guru PNS yang telah memasuki masa pensiun dan belum ada penggantinya.
“Sejak berdirinya sekolah ini tahun 1982, kami mengalami berbagai perubahan status hingga akhirnya menjadi kewenangan provinsi. Namun, saat ini tenaga PNS kami terus berkurang. Pada November 2025 lalu, satu guru pensiun. Bahkan, dalam waktu dekat satu lagi juga akan pensiun,” kata Roslina Banjarnahor, kepada Waspada.id, Kamis (8/1/26).

Ia juga menjelaskan, SLB Negeri Deliserdang awalnya berstatus SDLB yang berada di bawah kewenangan Kabupaten Deliserdang sebelum dialihkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada masa Gubernur Edy Rahmayadi dengan Kepala Dinas Pendidikan saat itu Asren Nasution. Pengalihan tersebut mencakup aset sekolah, gedung, hingga tenaga pendidik.
Saat ini, tambahnya, SLB Negeri Deliserdang sebanyak 110 siswa. Mulai dari siswa berkebutuhan khusus, tunarungu, tunagrahita, hingga autisme. Siswa berasal dari berbagai wilayah seperti Kecamatan Lubukpakam, Tanjungmorawa, Pantai Labu, bahkan dari Kabupaten Serdang Bedagai.
“Kami juga membuka layanan hingga jenjang SMP, karena dulu siswa kesulitan melanjutkan sekolah ke Medan, karena jarak tempuhnya yang cukup jauh. Namun, keterbatasan guru menjadi tantangan besar dalam pelayanan pendidikan,” papar Roslina.
Tini, salah seorang tenaga pendidik yang telah mengabdi selama empat tahun, mengaku bangga bisa mendidik anak-anak berkebutuhan khusus, meski dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar.

“Mengajar anak-anak berkebutuhan khusus itu perlu kesabaran dan pendekatan berbeda. Setiap anak punya karakter dan kemampuan yang tidak sama, makanya metode pembelajarannya juga harus disesuaikan,” kata Tini.
Ia berharap pemerintah dapat menambah tenaga pendidik dan mengangkat tenaga honor dijadikan P3K, agar proses pembelajaran di SLB Negeri Deliserdang dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Kondisi minimnya guru PNS ini dikhawatirkan berdampak pada kualitas layanan pendidikan khusus, terutama mengingat jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahunya.(id.28/Sopian)











