Kemensos Bantu Bocah Simangambat Berobat Ke RSUP Adam Malik Medan

  • Bagikan
Kemensos Bantu Bocah Simangambat Berobat Ke RSUP Adam Malik Medan
Kemensos membantu bocah perempuan pengidap benjolan di wajah asal Kel. Simangambat, Kec. Siabu, Kab. Madina untuk berobat ke RSUP Adam Malik Medan, Rabu (12/7) malam. Waspada/Ist

MADINA (Waspada): Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia merespon dan membantu bocah perempuan pengidap benjolan di wajah asal Kel. Simangambat, Kec. Siabu, Kab. Mandailing Natal untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Rabu (12/7) malam.

Pemberangkatan dihadiri Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal diwakili Kadis Sosial Madina Riswan Harahap, Kabid Sosial Mhd Ali, Lurah Simangambat Iswadi, bidan desa, keluarga dan tetangga bocah.

Kemensos melalui Sentra Insyaf Medan diwakili Pelopor Perdamaian Madina Maradotang Pulungan menyampaikan, sebelumnya administrasi pasien telah dibantu dan dipersiapkan kelurahan, Kapus Sihepeng dan RSUD Panyabungan.

“Alhamdulillah, bocah perempuan pengidap benjolan di wajah ini telah kita berangkatkan berobat ke RSUP Adam Malik Medan,” ujar Maradotang.

Mewakili Pemkab Madina melalui Kadis Sosial Madina menyampaikan, harapan berobat bocah perempuan pengidap benjolan di wajah telah dapat kita wujudkan bersama.

“Semoga apa yang diharapkan adek kita ini dapat terlaksana berobat dengan baik, kita doakan kesehatan yang dia inginkan kiranya menjadi jodoh untuk sembuh nantinya,” ujar Riswan Harahap.

Diberitakan sebelumnya, bocah perempuan berusia delapan tahun bernama Asifa warga Kel. Simangambat, Kec. Siabu, Kab. Madina harus menjalani hidup dengan kondisi memprihatinkan. Ada benjolan di antara kedua matanya sejak lahir dan saat ini sudah sebesar bola tenis.

Asifa merupakan anak satu-satunya Salbiana, 45, dari buah perkawinan kedua dari suaminya Isro, 58, keluarga kurang mampu ini tinggal di Lorong VII, Kel. Simangambat, Kec. Siabu.

“Benjolan ini bawaan lahir, sempat diperiksakan ke Puskesmas. Dokter menyampaikan, ini bisa dioperasi nanti, tetapi karena kami tak punya biaya hingga kini belum dapat dioperasi,” kata Salbiana, beberapa waktu lalu. (irh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *