Ketua Bawaslu Madina: Mari Sukseskan Pesta Demokrasi Dan Jaga Netralitas

  • Bagikan
Ketua Bawaslu Madina: Mari Sukseskan Pesta Demokrasi Dan Jaga Netralitas
Rapat koordinasi stakeholder "Pengembangan Fungsi Strategis Kelembagaan" di aula Hotel Rindang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Jumat (09/02). Waspada/Ali Anhar Harahap

MADINA (Waspada): Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan rapat koordinasi stakeholder “Pengembangan Fungsi Strategis Kelembagaan” di aula Hotel Rindang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Jumat (09/02).

Turut hadir dalam giat ini yakni ketua Bawaslu Madina Aliaga Hasibuan, Staf Ahli Pemkab Madina H.M Daud Batubara, Camat, perwakilan Papdesi, dan perwakilan PWI Madina.

Ketua Bawaslu Madina Aliaga Hasibuan dalam sambutannya mengatakan jika dalam waktu dekat yakni tanggal 11-13 Februari 2024 merupakan masa tenang dalam pemilu. Maka dari itu, Aliaga berharap agar prosedur dalam berkampanye hari ini hingga 10 Februari dimanfaatkan oleh para calon yang ikut berkontestasi.

Ketua Bawaslu Madina: Mari Sukseskan Pesta Demokrasi Dan Jaga Netralitas

Tak lupa, Ketua Bawaslu juga mengimbau agar para stakeholder baik itu ASN dan juga TNI/Polri agar menjaga netralitasnya pada pemilu ini dan turut andil dalam mensukseskan pemilu serentak 14 Februari 2024 mendatang.

“Dalam waktu dekat yakni 11 Februari kita sudah memasuki minggu tenang, maka dari itu tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas. Terutama untuk ASN, TNI/Polri harus berhati-hati dan harus netral pada pesta demokrasi ini. Begitu juga kepada para kepala desa agar jangan mengambil bagian yang dapat merusak sikap netral pemangku kebijakan dalam pesta demokrasi ini,” tutur Aliaga.

Tidak lupa Ketua Bawaslu juga berharap agar seluruh stakeholder terutama yang hadir pada rapat koordinasi ini untuk ikut juga mengawasi perjalanan pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang.

“Kami berharap kepada stakeholder yang hadir untuk sama-sama mengawasi dan berpartisipasi agar terselenggaranya pemilu dengan baik. Kemudian kita juga mengingatkan kepada para kepala desa agar jangan melakukan hal-hal yang terselubung atau masuk ke ranah-ranah yang rawan. Kita tidak ingin nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena jika nanti terjadi pelanggaran atau terlibat tidak netral, maka itu nantinya akan masuk kategori tindak pidana dan bisa nanti disanksi pidana,” pungkas Aliaga. (cah)

  • Bagikan