PANYABUNGAN (Waspada.id): Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal, H. Erwin Efendi Lubis, SH, menyesalkan keras terjadinya aksi pembacokan yang berujung pembunuhan. Ia menegaskan agar kekayaan alam daerah tidak dijadikan sumber malapetaka, melainkan harus disyukuri sebagai anugerah Tuhan.
“Jangan jadikan alam Mandailing Natal yang penuh anugerah ini menjadi laknat. Semestinya kita bersyukur, alam kita penuh berkah yang harus menjadi kesyukuran, bukan kepahitan,” ujar Erwin melalui pesan WhatsApp, Rabu (8/4).
Politisi Gerindra ini menilai, kejadian naas yang merenggut nyawa seorang warga merupakan cerminan bahwa nilai-nilai kemanusiaan mulai luntur. Menurutnya, kekayaan alam seharusnya membawa kesejahteraan, bukan justru memicu kekerasan dan pertumpahan darah.
“Saya berharap kepada semua penambang untuk bisa melakukan hal yang tidak merugikan orang lain, apalagi sampai menghilangkan nyawa. Jangan hanya karena ego pribadi, merasa hebat atau mampu, lalu bisa melakukan segalanya,” tegasnya.
Erwin menyoroti bahwa insiden tersebut merupakan tamparan keras bagi seluruh elemen masyarakat. Ia meminta aparat penegak hukum bekerja maksimal mengusut kasus ini tanpa pandang bulu, siapapun dan kelompok manapun pelakunya.
“Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan penegak hukum. Hukum harus dijalankan sebagaimana mestinya, tidak ada pembatasan dalam pengusutan,” tandasnya.
Lebih jauh, Erwin mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang bergerak di sektor tambang, untuk selalu berpikir rasional dan menjaga etika pergaulan.
“Di mana letak kemanusiaannya? Kalau ada masalah, kenapa harus ada pembunuhan? Sebegitu egonyakah kita sekarang menjadi masyarakat Mandailing Natal?” pungkasnya. (id100)










