DELISERDANG (Waspada.id): Ketua Komisi VIII DPR RI H.Marwan Dasopang,MSi menyatakan penerbangan umrah yang dibatalkan di Kualanamu Internasional Airport (KNIA) merupakan langkah yang tepat. Karena mengingat, situasi dan kondisi rute penerbangan di kawasan Timur Tengah hingga saat ini belum kondusif, ekses dari perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.
“Jadi, langkah yang dilakukan pihak PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola bandara sudah sangat tepat, dan saya Komisi VIII DPR RI menyambut baik, sebagai langkah kehati-hatian terkait keselamatan jamaah umrah khususnya di Sumut,” kata Marwan Dasopang kepada Waspada.id, Selasa (3/3/2026) di KNIA.
Disebutkan Marwan Dasopang, untuk jamaah umrah yang dari awal hendak berangkat diminta menunda dulu keberangkatannya. Sebab, situasi di kawasan Timur Tengah belum bisa diprediksi kapan akan membaik.
Ditanya terkait jumlah jamaah umrah Indonesia yang masih tertahan di Arab Saudi, Marwan Dasopang belum menerima data resmi dari Kementerian Haji dan Umrah. Tapi kata Marwan pihak Kementerian Haji dan Umrah sudah berbuat maksimal dalam menangani persoalan jamaah umrah.
Sebagaimana diberitakan, Notam sudah dikeluarkan pihak AirNav, larangan terbang ke sejumlah kawasan negara di Timur Tengah, akibat perang yang terus meningkat antara Amerika-Israel dan Iran.
Manager Corsec Corcom PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Kualanamu Mohamad Hikmat Hidayat,menyatakan hal itu, Senin (2/3/2026) terkait hal tersebut, sejumlah penerbangan umrah, khususnya dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) dibatalkan. Ada 2 maskapai di KNIA yang melayani penerbangan umrah yakni Etihad Airways dan Lion Air Group. (id29)












