TAPTENG (Waspada.id): Pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Barus, Sanggam Panggabean, yang mengklaim progres pemulihan pascabencana banjir di Kecamatan Barus telah mencapai 90 persen, memantik protes keras dari warga Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Warga menilai klaim tersebut tidak hanya berlebihan, tetapi juga menyesatkan dan jauh dari realitas di lapangan. Hingga memasuki hari ke-36 pascabencana, warga mengaku belum melihat satu pun langkah konkret penanganan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah di wilayah mereka.
Sisa material banjir berupa lumpur tebal, pasir, dan tumpukan kayu masih mengurung permukiman warga. Drainase belum berfungsi normal, akses jalan lingkungan rusak, dan sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
“Kalau dibilang sudah 90 persen, kami justru bingung. Lumpur masih di dalam rumah, saluran air mampet, dan tidak ada pembersihan. Ini fakta di lapangan,” ujar A. Hasibuan.

Warga menilai penanganan pascabencana dilakukan secara timpang dan tidak merata. Beberapa titik di Kecamatan Barus disebut sudah dibersihkan, “Kami bertanya-tanya, apakah wilayah kami masih bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah? Kalau memang pemulihan sudah 90 persen, lalu kami ini masuk di persentase yang mana?” kata A. Hasibuan dengan nada kecewa.
Tak hanya soal pembersihan lingkungan, warga juga mengeluhkan nihilnya bantuan dari pemerintah daerah. Bantuan yang terlihat datang ke wilayah Tapanuli Tengah, menurut warga, hanya melintas tanpa pernah benar-benar menyentuh mereka yang terdampak.
“Kami hanya melihat bantuan hilir mudik. Tapi sampai hari ini, tidak satu pun bantuan pemerintah yang kami terima,” ujar A. Manalu, seorang ibu rumah tangga.
Ia mengungkapkan, bantuan yang mereka rasakan justru datang dari pihak lain, seperti mantan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Sibarani, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, serta Ketua DPRD Tapteng Rivai Sibarani.
“Kami bersyukur masih ada yang peduli. Di saat pemerintah seolah menutup mata, mereka datang membantu. Itu yang membuat kami bertahan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sebelumnya, Plt Camat Barus Sanggam Panggabean menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana di wilayahnya masih berjalan dan secara umum telah mencapai 90 persen. Namun pernyataan tersebut justru memperlebar jurang kepercayaan antara pemerintah dan warga terdampak.
Saat dikonfirmasi via chat whatsApp sejak Kamis (1/1/26) siang, Plt Camat Barus Sanggam Panggabean belum merespon dasar penilaian klaim pemulihan 90 persen tersebut, termasuk rencana penanganan lanjutan bagi wilayah yang masih terabaikan.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk turun langsung ke lokasi, melakukan verifikasi faktual, serta memastikan pemulihan pascabencana dilakukan secara adil, transparan, dan menyeluruh bukan sekadar klaim di atas kertas. (Tnk)











