SERGAI (Waspada.id): Ratusan hektare lahan persawahan di Dusun II dan III Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), terancam gagal panen akibat kekeringan setelah saluran irigasi ditutup.
Penutupan irigasi diduga dipicu perselisihan antara pengurus Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Desa Sei Rejo dengan pemilik lahan tempat saluran irigasi berada.
Ketua GP3A Desa Sei Rejo, Sasrianto, membenarkan adanya perseteruan dengan pemilik tanah saluran irigasi bernama Yanto. Ia menyebut, penutupan irigasi terjadi setelah pemilik lahan mengaku tersinggung dengan ucapannya, sehingga aliran air ke sawah petani terhenti dan puluhan petani terdampak.
“Memang ada saluran irigasi berada di atas tanah yang bersangkutan, kurang lebih panjangnya 30 meter dan itu sudah ada sejak tahun 1973. Sekarang ditutup sama Yanto karena tersinggung sama aku,” kata Sasrianto.
Ia menjelaskan, permasalahan tersebut sudah tiga kali dimediasi, namun tidak membuahkan hasil. Dalam proses mediasi itu, pemilik lahan bahkan meminta agar dirinya diberhentikan dari jabatan Ketua GP3A sebagai syarat saluran irigasi kembali dibuka.
Akibat ditutupnya saluran irigasi, lahan persawahan di Desa Sei Rejo tidak lagi mendapatkan pasokan air. Petani terpaksa menggunakan mesin pompa air untuk menyelamatkan tanaman padi, namun kemampuan itu hanya bertahan sekitar dua minggu karena tingginya biaya operasional.
Mulihardi (56), petani Dusun II Desa Sei Rejo, Rabu (11/2/2026), mengatakan kekeringan sudah berlangsung selama dua minggu terakhir. “Kami sudah tidak sanggup lagi menggunakan pompa air, biaya semakin besar. Kami berharap pemerintah jangan hanya diam saja,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bambang 50, petani Dusun III. Ia mengatakan sawahnya kini kering dan tekstur tanah mulai retak. “Baru saja gagal panen akibat banjir, sekarang kembali dilanda kekeringan karena irigasi tidak berfungsi, saluran ditutup hingga air tidak berjalan,” katanya.
Sementara itu, pihak terkait disebut tengah berupaya melakukan mediasi kembali antara GP3A dan pemilik lahan agar saluran irigasi dapat dibuka dan pasokan air ke lahan pertanian kembali normal.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedi Iskandar, saat dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp, membenarkan adanya penutupan saluran irigasi dan menyatakan pihaknya sedang menelusuri penyebab serta langkah penanganan yang akan dilakukan. (bs)











