Sumut

Konflik Timur Tengah, Panic Buying BBM di Pematangsiantar Sudah Mulai?

Konflik Timur Tengah, Panic Buying BBM di Pematangsiantar Sudah Mulai?
Antrean kendaraan di salah satu SPBU Pematangsiantar. (Waspada.id/Ata)
Kecil Besar
14px

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Kekhawatiran kekurangan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah sudah mulai terlihat di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut). Masyarakat mulai terlihat memilih mengisi penuh tangki kendaraan di sejumlah SPBU.

Walau belum dinyatakan sebagai panic buying secara resmi, penampakan antrean panjang itu menunjukkan meningkatnya kecemasan terhadap pasokan dan harga energi. Operator SPBU setempat juga melaporkan antrean lebih panjang dari hari biasanya.

“Melihat dan menonton televisi, kita mulai takut karena tidak tau besok-besok atau nanti-nanti harga lebih mahal,” ucap seorang pengemudi kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

Pantauan di lokasi, antrean kendaraan dari roda dua, empat dan selebihnya mulai mengular di sejumlah SPBU. Kekhawatiran tersebut sejalan dengan tekanan berat yang menghantam ekonomi akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

“Jujur, hampir semua mungkin masyarakat ikut panik dengan peristiwa ketiga dunia ini. Kalau ngga ikut antre, tiba-tiba habis pula BBM besok,” kata Agung, masyarakat Siantar Utara.

Dia juga menyebut, Menteri ESDM Bahlil Lahaladia mengatakan cadangan BBM nasional berada di level aman untuk 20 hari. Ia menilai informasi itu justru berpotensi memicu masyarakat untuk berbondong-bondong mempersiapkan segala sesuatunya.

“Stok cuma cukup buat 20 hari, sementara perang di Timur Tengah sepertinya makin parah. Sebagai masyarakat kita cuma bisa jaga-jaga. Semoga perang ini cepatlah berakhir, ngeri dampaknya ke negara kita,” katanya mengakhiri. (Ata)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE