Korban Ketidakadilan Minta Propam Periksa Kanit Reskrim Polsek B.Pulau

  • Bagikan
Nurasiah. Waspada/Ist
Nurasiah. Waspada/Ist

ASAHAN (Waspada) : Seorang warga, Nurasiah, 54, warga Dusun 2 Desa Perkebunan Padang Pulau Kec Bandar Pulau Kab Asahan, meminta kepada Propam Polres Asahan memeriksa Kanit Reskrim Polsek Bandar Pulau, Jumat (23/2).

Nurasiah merasa menjadi korban ketidakadilan dalam proses hukum di Polsek Bandarpulau. Nurasiah menceritakan, ketidakadilan ini berawal saat petugas Polsek Bandar Pulau menangkap anaknya, KRS alias Ojak, serta temannya K.

Dua orang ini dituduh mencuri dua janjang sawit milik salah satu perusahaan perkebunan awal Desember 2023. Mereka kemudian dibawa ke Polsek dan dilakukan penahanan serta pemeriksaan intensif.

Belakangan kata Nurasiah, oknum petugas Polsek Bandar Pulau melepaskan K, sedangkan Ojak tetap ditahan dan dilakukan penyelidikan dan akhirnya ditetapkan jadi tersangka.

Anaknya lalu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kisaran berikut berkasnya untuk disidangkan. Nurasiah mengaku mendengar informasi Kefri dibebaskan setelah keluarganya menyerahkan sejumlah ‘uang tebusan’.

Nurasiah heran, anaknya saja yang dilanjutkan perkaranya, sementara Kefri dibebaskan, padahal mereka memiliki peran masing-masing.

“Saya bertanya kepada mamaknya si Kefri, katanya Dia menyerahkan ‘uang tebusan’ sebesar dua juta rupiah, sehingga anaknya bisa bebas,” ucap Nurasiah.

Lebih parahnya lagi papar Nurasiah, pada 1 Februari 2024, K tertangkap lagi bersama temannya, J juga dalam kasus mencuri sawit perusahaan yang sama. Lucunya, K dan J dibebaskan kembali oleh petugas Polsek Bandar Pulau dan sampai saat ini masih bebas berkeliaran.

“Di mana keadilan ini, kenapa anak saya saja yang diproses, temannya tidak,” ucap Nurasiah. Dalam kesempatan itu Dia meminta agar Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi memerintahkan Sie Propam mengevaluasi kinerja dan profesionalisme jajaran di Polsek Bandar Pulau. (a21/a22).

  • Bagikan