Lahan Sawah Terus Berkurang Akibat Tambang Emas Liar Dan Alih Fungsi

  • Bagikan
Tambang emas liar dan alih fungsi lahan serta gerusan arus sungai membuat lahan sawah di Kecamatan Ulu Barumun dari tahun ke tahun terus berkurang. (Waspada/Idaham Butar Butar/B)
Tambang emas liar dan alih fungsi lahan serta gerusan arus sungai membuat lahan sawah di Kecamatan Ulu Barumun dari tahun ke tahun terus berkurang. (Waspada/Idaham Butar Butar/B)

PADANGLAWAS (Waspada): Luas baku sawah di wilayah Kabupaten Padanglawas terus berkurang akibat tambang emas liar dan alih fungsi lahan yang semakin bebas/merajalela.

Seperti pantauan waspada.id, Minggu (2/7) di wilayah Kecamatan Ulu Barumun, tepatnya di wilayah Desa Siraisan, terlihat kegiatan tambang emas liar di tengah areal persawahan.

Menurut sejumlah warga Desa Siraisan, bahwa kegiatan tambang emas liar atau penambangan emas tanpa izin (PETI) itu sudah berlangsung sejak bertahun-tahun.

Lahan Sawah Terus Berkurang Akibat Tambang Emas Liar Dan Alih Fungsi

Keterangan dari KCD Kecamatan Ulu Barumun Dinas Pertanian Kabupaten Padanglawas, Nurazima Hasibuan saat dihubungi Minggu (2/7) mengatakan bahwa luas baku sawah di Kecamatan Ulu Barumun, sebelumnya seluas 1.026 hektar dan sekarang 567,25 Ha.

Hal itu diakbatkan terjadinya alih fungsi lahan, penambangan liar dan juga akibat tergerus arus sungai, sehingga dari tahun ke tahun terus semakin berkurang.

Padahal sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk menghindari terjadinya alih fungsi lahan di daerah ini.

Namun sepertinya Perda Sumut tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan tersebut tidak pernah disampaikan kepada masyarakat dan petani yang ada di Kecamatan Ulu Barumun. (a30/C)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *