Sumut

Lapas Labuhanruku Siapkan Program Ketahanan Pangan Dan Panen Raya

Lapas Labuhanruku Siapkan Program Ketahanan Pangan Dan Panen Raya
LAPAS Labuhanruku Kelas IIA tinjau lahan dalam mendukung program ketahanan pangan dan mengikuti panen raya serentak.Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

ASAHAN (Waspada.id): Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhanruku, meninjau lahan di Kecamatan Air Joman, Asahan sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan untuk mendukung program ketahanan pangan, kemarin.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan lahan yang akan dikelola secara produktif melalui program pembinaan kemandirian warga binaan.

Peninjauan dilakukan langsung Kalapas Hamdi Hasibuan bersama Tim Bimbingan Kerja (Bimker) serta sejumlah pejabat struktural lain.
Dan melihat secara langsung kondisi lahan, potensi yang dimiliki, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum lahan dimanfaatkan secara optimal.

Kalapas menginstruksikan agar dilakukan pembersihan lahan dari semak belukar dan material yang menghambat proses pengolahan agar siap untuk ditanami serta dapat dikelola dengan baik sesuai rencana pemanfaatan ketahanan pangan.

Kalapas mengatakan pemanfaatan lahan merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian yang produktif dan pengelolaan lahan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan hasil maksimal.

Panen Raya Serentak
Lapas Labuhanruku mengikuti Panen Raya Serentak sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan panen raya ini dilaksanakan secara nasional dan terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, serta terhubung secara virtual dengan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia. Dan dihadiri langsung Kalapas Hamdi Hasibuan, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Kasi Kegiatan Kerja, beserta jajaran terkait.

Lapas Labuhanruku berhasil memanen hasil pertanian dan perikanan berupa 100 kilogram kangkung serta 50 kilogram ikan lele merupakan buah dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan dan sarana yang tersedia di Lapas.

Hasilnya dimanfaatkan secara optimal. Sebagian memenuhi kebutuhan pangan di dalam Lapas maupun dijual sebagai bentuk kontribusi nyata kepada lingkungan sekitar.

Keuntungan dari penjualan tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Seluruh keuntungan akan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan disumbangkan kepada korban bencana alam di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Panen Raya Serentak ini secara resmi dibuka Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.

Dirjen Mashudi mengungkapkan tahun 2026, program ketahanan pangan Pemasyarakatan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan pemanfaatan lahan produktif seluas 44,2 hektare di seluruh Indonesia.

Menambahkan total hasil panen nasional tahun 2026 mencapai sekitar 123,5 ton, terdiri komoditas pertanian 99 ton, peternakan 4 ton, dan perikanan 19 ton, dengan nilai premi atau upah bagi warga binaan mencapai lebih dari Rp905 juta.

Menteri Agus Andrianto dalam sambutannya menegaskan hasil dan keuntungan kegiatan ini didedikasikan untuk solidaritas sosial, termasuk pembangunan sumur bor di daerah terdampak bencana, serta mendorong seluruh Kepala UPT untuk terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(id39)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE