P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Mahasiswa Universitas Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) latih warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Padangsidimpuan olah kayu bekas jadi Furniture.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa KKN UM Tapsel, Fatma Suryani Harahap, M.Si, Selasa (13/1/2026) mengatakan pelatihan terhadap warga binaan Lapas Padangsidimpuan tersebut merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dijalankan mahasiswa KKN.
Sebelum memberikan pelatihan pembuatan furniture bernilai ekonomi tinggi pada tanggal 6 Januari 2026, ucap Fatma Suryani, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN PSP 5 terlebih dahulu menjalin kerjasama dengan pihak Lapas Kelas II B Padangsidimpuan.

Mahasiswa yang mempelopori dan menjalankan kegiatan PKM pelatihan pembuatan furniture itu terdiri dari Rizdy Ali Pratama Bayur Siregar, Lidiya Sartika, Kautsar Azhari Pendidikan, Putri Auliani Nasution, Albaihaqi Rangkuti, Andi Jaka Sipahutar, Farhan Garcia , Michael Cristian Tambunan, Rahma Dhini Harahap, Anggina Tiara Putri Siregar, Rasuna Elya Lubis, Faiz Al Gifari Siregar, Miska Rahayu, Daud Rambe, dan Indah Warni Safitri Harahap.
Dijelaskan, untuk melahirkan karya atau produk furniture bernilai tinggi, peserta pelatihan terlebih dahulu diberikan edukasi dan pemahaman tentang teknis dan metode pembuatan furniture berbahan dasar kayu bekas di Aula Lapas Kelas II Salambue, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Padangsidimpuan.
Fatma Suryani Harahap, M.Si dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan pelatihan warga binaan buat furniture menekankan pentingnya kemauan dan semangat karena pelatihan ini merupakan bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke keluarga masing-masing.
Pada kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada warga binaan agar serius mengikuti pelatihan pembuatan furniture seperti pembuatan meja makan, miniatur becak serta hiasan seperti patung, bingkai kaca dan karya furniture lainnya.
Usai mendapatkan penjelasan tentang tata cara pemanfaatan kayu bekas jadi furniture bernilai tinggi, peserta pelatihan kemudian praktek pembuatan furniture di bengkel kerja Lapas yang dipandu mahasiswa KKN UM Tapsel dan pihak Lapas Padangsidimpuan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit diwakili Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Erikjen Silalahi, menuturkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah positif dalam mengembangkan keterampilan warga binaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan kerja sama berkelanjutan antara Lapas Padangsidimpuan dan UM Tapsel, khususnya dalam mempromosikan dan memasarkan hasil karya warga binaan secara daring,” tuturnya.
Erikjen Silalahi sebagai pemateri dalam kegiatan itu menjelaskan proses pembuatan berbagai macam furniture harus disesuaikan dengan ketersediaan bahan dan desain agar hasil karya yang dilahirkan lebih baik.(Id46)










