Massa Geruduk Rumdin Wali Kota Tanjungbalai Tuntut Dirut RS Dicopot

  • Bagikan
Massa Geruduk Rumdin Wali Kota Tanjungbalai Tuntut Dirut RS Dicopot
Massa keluar dari rumdin wali kota setelah sempat beberapa saat mendudukinya.Waspada/Rasudin Sihotang

TANJUNGBALAI (Waspada): Puluhan warga Tanjungbalai menggeruduk Rumah Dinas Wali Kota menuntut pencopotan segera Dirut RSUD Tengku Mansyur, dr Tengku Mestika Mayang, Kamis (7/3).

Aksi massa tergabung dalam Koalisi Besar Pemuda Anti Diskriminasi Sosial (KB-PADS) ini buntut dari ketidakbecusan Direktur RSUD dalam melayani dan menangani pasien hingga menyebabkan bayi meninggal dunia. Selain itu, massa juga menduga Dirut telah melakukan diskriminasi dengan sengaja melaporkan keluarga pasien ke Polres Tanjungbalai atas tuduhan merusak regulator.

“Kami mendesak wali kota untuk segera mencopot Direktur Tengku Mayang atas bobroknya sistem pelayanan RSUD sehingga mengakibatkan dugaan korban jiwa,” ujar koordinator aksi, Mahmudin alias Kacak melalui pengeras suara.

Kacak menyayangkan sikap Wali Kota H Waris Thalib yang seakan-akan enggan menyelesaikan persoalan tersebut. Sikap wali kota yang masih mempertahankan Tengku Mayang sangat jauh dari harapan masyarakat untuk perbaikan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

“Laporan terhadap keluarga pasien yang janjinya dicabut, tak kunjung dilakukan. Parahnya, tim investigasi yang dibentuk wali kota juga tidak ada kejelasan, hanya pepesan kosong belaka,” ungkapnya.

Asisten Admistrasi Umum Pemkot Tanjung balai, Walman Riadi P Girsang yang menemui massa mengatakan akan menyampaikan aspirasi mereka kepada wali kota. Walman menjelaskan, wali kota tugas luar kota.

Walman berharap massa bersabar karena tim investigasi sedang bekerja mengusut kasus bayi meninggal di RSUD itu. “Mohon bersabar, inspektorat sedang melakukan pemeriksaan,” kata Walman.

Pantauan Waspada, awalnya massa berorasi di depan rumdin, namun akubat tak kunjung mendapat respon, massa meringsek masuk dan menduduki rumah dinas wali kota. Setelah dimediasi oleh Wakapolres Tanjungbalai, Kompol Rudy Candra, massa akhirnya keluar dan melanjutkan demonstrasi di depan gerbang rumah dinas.

Selain berorasi, massa aksi kumpul koin donasi untuk mengganti kerugian atas kerusakan barang yang dituduhkan kepada keluarga pasien. (A21/A22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *