TAPSEL (Waspada.id): Warga Desa Sialogo, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, digemparkan dengan penemuan mayat seorang pedagang keliling di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, Senin (6/4/2026) pagi.
Korban AMS, 42, ditemukan dalam posisi telungkup dengan bekas luka di wajah, leher, dan tangan. Perkiraan sementara, mayat itu sudah di lokasi sekitar dua sampai tiga hari. Visum luar mengindikasikan sebelum mati diduga mengalami tindak kekerasan.

Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara melalui Kapolsek Batangtoru AKP PM Siboro, berkomitmen mengungkap kasus ini sanpai terang benderang. Terhadap jenazah dan seizin pihak keluarga, telah dilakukan autopsi mayat, Rabu (8/3/2026).
Dijelaskan, kondisi tubuh korban yang lebam dan terdapat lecet di beberapa anggota tubuh menimbulkan dugaan awal bahwa kematian tidak wajar, akibat kekerasan fisik.
Polsek Batangtoru menerima laporan dari Kepala Desa Sialogo setelah salah seorang warga menemukan mayat tersebut saat hendak mengambil buah kelapa di sekitar TPU.
“Di TKP, kami temukan korban dalam keadaan mulai membusuk dengan beberapa luka di wajah, leher, dan tangan. Dari pemeriksaan awal, ada bekas lebam dan sayatan yang mengindikasikan kekerasan fisik,” kata AKP Siboro.

Pihaknya langsung mengamankan lokasi dan barang bukti. Termasuk pakaian korban yang berlumuran darah dan tas berisi buah salak yang berada di dekat jenazah.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian. Keluarga korban telah menyetujui tindakan autopsi sebagai langkah awal lidik,” ujar AKP Siboro.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh Personel Polsek Batangtoru bersama tim Inafis, terdapat cekungan di kepala, pembengkakan pada kelopak mata kiri, luka lecet di tangan, kaki, dan paha, serta lebam di tubuh korban.

“Kami berkomitmen akan menuntaskan kasus ini. Nantinya setiap petunjuk akan kami telusuri agar pelaku bisa diidentifikasi dan dihadapkan pada proses hukum yang berlaku,” tegas Kapolsek Batangtoru. (Id45)










