SERGAI (Waspada.id): Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).
Hingga awal 2026, sebanyak lebih kurang 117.000 , penerima dari tingkat TK hingga SMA dan 7.895 tenaga pendidik di Sergai telah menerima manfaat MBG yang disalurkan melalui 39 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di wilayah Kabupaten Sergai.
Program ini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga tenaga pendidik, seiring dengan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) setiap 25 Januari. Berdasarkan data sementara, dari 39 dapur MBG yang telah beroperasi di Sergai, program ini juga berdampak pada penyerapan sekitar 1.950 warga lokal sebagai tenaga kerja maupun relawan, sehingga ikut mendorong perekonomian keluarga masyarakat setempat.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sergai, Nurhasnah Ritonga, menjelaskan bahwa tenaga pendidik secara resmi masuk dalam kelompok penerima manfaat MBG sesuai regulasi terbaru.

“Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional RI Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026, tenaga pendidik adalah salah satu penerima manfaat MBG bersama peserta didik PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik di pondok pesantren,” ujar Nurhasnah, Rabu (28/1/2026) kepada Waspada.id.
Ia menambahkan, sebelumnya tenaga pendidik belum mendapatkan layanan MBG. Namun kini, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan manfaat program nasional.
“Saat ini, dari 39 SPPG yang sudah beroperasi di Sergai, telah menyalurkan MBG kepada 7.895 tenaga pendidik. Ini merupakan bentuk komitmen SPPG dalam menyukseskan program MBG dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Darul Aman, Kecamatan Teluk Mengkudu, Aranda Muttaqi menekankan pentingnya menjaga mutu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Kami selalu menjaga kualitas makanan dan buah-buahan agar tetap segar dan layak konsumsi. Hal ini penting untuk memastikan asupan gizi sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” ujarnya kepada Waspada.id.di Sei Rampah.
Ia mengungkapkan, bahwa program MBG di Sergai menjadi salah satu contoh implementasi program strategis nasional yang tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat secara luas,” tukasnya.(bs)










