Menko PMK Ingatkan Pentingnya BPJamsostek Mengentaskan Kemiskinan

Menko PMK Serahkan Santunan

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. bersama Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin serahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJamsostek di kawasan Belawan Medan, Sabtu (17/2). Waspada/ist.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. bersama Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin serahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJamsostek di kawasan Belawan Medan, Sabtu (17/2). Waspada/ist.

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP mengingatkan perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) merupakan bagian dari uapnya pengentasan kemiskinan.

“Menko PMK, dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan dan mengajak seluruh masyarakat khususnya pekerja Indonesia untuk memastikan dirinya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Kepala BPJamsostek Cabang Padangsidimpuan, Eris Aprianto, Rabu (21/2).

Eris menjelaskan, mengingat pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya, Menko PMK saat melakukan kunjungan kerja di Kawasan Belawan, Medan pada 17 Februari 2024 juga menegaskan bahwa program BPJamsostek merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, ucap Eris Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin, Penjabat (Pj) Gubsu, Hassanudin dan Wali Kota Medan Bobby Nasution, menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJamsostek dikawasan Belawan Medan sebesar Rp60.412.440

“Kunjungan Menko PMK tersebut merupakan rangkaian kegiatan guna memastikan strategi pengurangan kantong kemiskinan sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem berjalan dengan baik di Kawasan Belawan,” tuturnya.

Sebagaimana ditegaskan Menko PMK, lanjut Eris, terdapat tiga pendekatan dalam hal penanganan kemiskinan yakni, mengurangi beban pengeluaran, menaikkan pendapatan, dan yang ketiga pendekatan lingkungan atau ekosistem.

“Ini memang sangat kompleks, urusannya multidimensi dan melibatkan berbagai macam instansi.Ini akan kita tangani secara menyeluruh, mudah mudahan dalam waktu yang tidak lama akan bisa segera menjadi daerah yang cukup nyaman, sehat, cukup menginspirasi bagaimana pemerintah menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah-wilayah kumuh,” ujar Eris menirukan ucapan Menko PMK. .

Dalam kunjungan kerja tersebut, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin mengapresiasi Menko PMK yang secara konsisten memastikan optimalisasi penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di seluruh wilayah Indonesia.

“Saat ini semua Pemda telah digerakkan untuk menjalankan Inpres ini dan tim monevnya justru dari Pak Menko PMK. Kami sangat mengapresiasi Menko PMK yang secara konsisten dan selalu menghimbau masyarakat bahwa program Jamsostek merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadi kemiskinan ekstrem di Indonesia,” katanya.

Zainudin mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk mempercepat perlindungan jaminan sosial yang menyeluruh kepada seluruh pekerja Indonesia.

“Seperti yang disampaikan oleh Menko PMK, keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempercepat terciptanya perlindungan menyeluruh Jamsostek kepada seluruh pekerja, baik pekerja formal sampai dengan pekerja informal seperti petani, nelayan, UMKM sampai dengan pekerja rentan yang ada di seluruh penjuru tanah air, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.
.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padangsidimpuan Eris Aprianto juga mengucapkan terima kasih kepada Menko PMK karena telah berkomitmen melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022.

Dalam wilayah operasional BPJamsostek Cabang Padangsidimpuan, ungkapnya terdapat empat kabupaten/kota yang menjadi tantangan dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrim.Mayoritas pekerja di wilayah operasional BPJamsostek Padangsidimpuan merupakan pekerja sektor informal, yang notabene memiliki kerentanan kehilangan usaha atau pekerjaan akibat risiko-risiko yang tidak diinginkan.

“Kami berharap wilayah operasional kami seperti Kota Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah bahkan Kepulauan Nias juga memiliki kesadaran akan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” harap Eris.(a39).

  • Bagikan