SAMOSIR (Waspada.id): Informasi pembelian mobil dinas Bupati Samosir saat ini menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Sebab, pembelian mobil dinas jenis Land Cruiser dengan harga yang fantastis.
Informasi yang dihimpun Waspada.id pada Kamis (15/01), bahwa mobil dinas seharga Rp3,1 miliar tersebut masih berada di Jakarta, dan diperkirakan tiba di Samosir pada minggu depan.
Berdasarkan informasi beredar, pengadaan mobil dinas jenis Land Cruiser dibeli dengan uang rakyat bersumber dari APBD Kabupaten Samosir TA. 2025.
Pemerhati pembangunan, Oloan Simbolon mengatakan, apabila benar mobil dinas Bupati Samosir dibeli senilai Rp3 miliar, merupakan bentuk “penghinaan” bagi masyarakat.
“Ini sudah keterlaluan, pada saat masyarakat dalam kondisi sulit dengan gagal panen akibat kemarau panjang tahun lalu, bisa-bisanya beli mobil dinas dengan nilai fantastis,” ujarnya.
Ia mengatakan, legislatif Samosir perlu mempertanyakan kebenaran realisasi anggaran pembelian mobil dinas Bupati Samosir.
“DPRD Samosir harus proaktif dan pro rakyat, apa urgensi membeli mobil dinas dengan harga yang fantastis, masih banyak kebutuhan lebih mendesak yang dibutuhkan masyarakat,” tegas mantan pimpinan legislatif Samosir itu.
Dia menilai, Bupati Samosir sudah keterlaluan dan tidak memiliki hati nurani. “Ketika petani kehilangan hasil, tanah retak oleh panas, dan dapur-dapur rumah tangga bertahan dengan penghematan yang menyakitkan, idealnya Vandiko Gultom hadir dalam wujud empati dan keberpihakan kepada rakyatnya,” sebut mantan Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara itu.
Namun, kata Oloan, apabila benar dianggarkan pada TA 2025 lalu hanya untuk membeli mobil dinas Bupati sampai Rp3 miliar, moral Bupati Samosir perlu dipertanyakan.
“Ini jelas menunjukkan jarak antara kekuasaan dan penderitaan, antara kemewahan simbolik dan kesulitan nyata,” ujar Oloan
Ia menambahkan, kepemimpinan bukan soal apa yang sah secara anggaran, melainkan apa yang layak secara moral.
“Anggaran boleh tersedia, prosedur boleh benar, tetapi hati nurani harus di kedepankan, apakah ini waktu yang tepat untuk memamerkan kemakmuran kekuasaan?” pungkas Oloan lagi.
Di tanah yang hidup dari pertanian, jelas dia, kepekaan seorang pemimpin diuji bukan oleh kenyamanan kursi mobil yang didudukinya, melainkan oleh kemampuannya merasakan lapar yang tak terucap.
“Ketika rakyat berjuang untuk bertahan hidup, kemewahan yang berlebihan bukan hanya melukai rasa keadilan, tapi meruntuhkan kepercayaan rakyat,” bebernya.
Sementara Sekretaris Daerah Samosir, Marudut Tua Sitinjak saat ditanyai wartawan membenarkan bahwa mobil dinas Bupati Samosir senilai Rp3,1 miliar menggunakan anggaran dari P-APBD. [***]










