Sumut

MUI Padangsidimpuan Ingatkan Umat Memutus Silaturrahmi Membahayakan Kehidupan

MUI Padangsidimpuan Ingatkan Umat Memutus Silaturrahmi Membahayakan Kehidupan
Ketua MUI Padangsidimpuan ustadz Drs H Zulfan Efendi Hasibuan, MA (tengah), Sekretaris MUI ustadz Dr. Zul Anwar Ajim Harahap, MA, pemateri dan dan peserta foto bersama pada acara penutupan kajian Ramadhan, Jumat (13/3/2026). Waspada.id/Mohot Lubis.
Kecil Besar
14px

P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Melalui Kajian Ramadhan 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan mengingatkan umat Islam agar menjaga silaturrahmi karena apabila putus dapat membahayakan kehidupan di dunia dan akhirat.

“Menjaga silaturrahmi, bukan hanya dapat memperlancar urusan di dunia, tapi juga menjadi salah satu syarat untuk dapat masuk surga,” kata ustadz Martua Halomoan Sagala SPd dalam ceramahnya pada Kajian Ramadhan hari terakhir di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Jumat (13/3/2026).

Kajian Ramadhan 1447 yang bertajuk “Hikmah Dan Bahaya Memutus Silaturrahim Dalam Berhari Raya” dengan moderator Agustami, S.Ag dihadiri kaum ibu dari berbagai kelompok pengajian, pegawai Dinas Pendapatan Kota Padangsidimpuan, pegawai Puskkemas Pisjorkolling, pengurus MUI dan masyarakat.

Ustadz Martua Halomoan Sagala, SPd didampingi Agustami, S.Ag saat memberikan ceramah tentang silaturrahmi di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Jumat (13/3/2026). Waspada.id/Mohot Lubis.

Ustadz Martua Halomoan menjelaskan, Rasulullah (Nabi Muhammad) pernah diminta seseorang agar diajarkan kepadanya ilmu untuk bisa selamat dari neraka dan masuk surga. Rasulullah menjawab ada 4 yang mesti diamalkan yakni tidak mensekutukan Allah, mendirikan sholat, tunaikan zakat dan jaga silaturrahmi.

Dari jawaban Rasulullah tersebut, ucapnya, bisa dipahami betapa pentingnya menjaga dan membangun hubungan silaturrahim sesama umat sehingga jika ada orang yang berselisih, seperti dengan tetangga atau saudara, maka hal ini bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Mengingat pentingnya menjaga silaturrahmi, Rasulullah mengingatkan umat agar menjaganya sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi” (HR. Bukhari & Muslim).

Orang yang selalu menjaga hubungan silaturrahmi, lanjut Ustadz Martua Halomoan, akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya dan menjadi jalan menuju surga. “Jika silaturrahmi terjaga tentu urusan kita juga akan lebih mudah,” tuturnya.

Terkait dengan mendirikan sholat yang menjadi salah satu cara untuk masuk surga, ungkapnya harus dimaknai secara utuh yakni. “Mendirikan sholat, tidak hanya mengerjakan sholat, tapi harus dapat membentengi ketika dari perbuatan keji dan mungkar,” jelasnya.

Sedangkan terkait dengan anak yatim, ia menegaskan bahwa orang yang disebut dengan anak yatim adalah yang belum dewasa. “Tidak jarang saya melihat, ketika pemberian santunan kepada anak yatim, ada diantaranya yang sudah dewasa,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ustadz Martua Halomoan juga mengingatkan umat Islam agar tidak saling merendahkan sebagaimana firman Allah yang tertuang dalam Quran Surat Al-Hujurat ayat 11 yang artinya melarang keras kaum beriman untuk mengolok-olok, menghina, atau merendahkan orang lain, karena bisa jadi mereka yang direndahkan lebih baik daripada yang merendahkan.

Ketua MUI Padangsidimpuan ustadz Drs H Zulfan Efendi Hasibuan, MA saat menutup Kajian Ramadhan 1447 H di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Jumat (13/3/2026). Waspada.id/Mohot Lubis.

Menjawab pertanyaan peserta kajian Ramadhan tentang orang yang tidak baikan, ia menegaskan sesuai dengan ajaran agama Islam kewajiban harus dilaksanakan. “Kalau kita sudah berupaya untuk membangun silaturrahmi, tapi dia menolak, itu tidak masalah. Yang penting kita sudah berupaya, berarti kewajiban kita sudah terpenuhi,” ungkapnya

Ketua MUI Padangsidimpuan ustadz Drs H. Zulfan Efendi Hasibuan, MA dalam sambutannya saat penutupan kajian Ramadhan, mengucapkan terima kasih kepada kepada semua pihak, termasuk kepada pemerintah dan umat Islam yang telah ikut mendengarkan kajian Ramadhan yang digelar MUI Padangsidimpuan sejak 23 Februari sampai 13 Maret 2026.(id46).

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE