Mutu Dan Sumber Dana Proyek Pengaspalan Jalan Kabupaten Di Besitang Tuai Sorotan

  • Bagikan
Mutu Dan Sumber Dana Proyek Pengaspalan Jalan Kabupaten Di Besitang Tuai Sorotan

PENGASPALAN ruas jalan di Lingk 4 dan Lingk 7, Kel. Pekan Besitang, menuai sorotan. Waspada/Asrirrais

BESITANG (Waspada): Proyek pengaspalan ruas jalan kabupaten di Lingk 7 Simpang Lima dan Lingk 7 RGM yang baru selesai dikerjakan pada awal 2024 menuai sorotan masyarakat.

Pengaspalan ruas jalan didua lingkungan ini terkesan bak seperti proyek siluman, ditandai sejak awal pengerjaan sampai pada tahap finishing warga tidak ada melihat pemasangan plank proyek.

“Dari awal sampai proyek ini selesai dikerjakan saya tak ada melihat terpasang plank proyek. Dalam sehari saya bisa sepuluh kali melintas di ruas jalan ini, tapi saya sama sekali tidak ada melihat plank proyek,” ujar warga, Arifin, Senin (4/3).

Meskipun secara pribadi, ia mengaku senang jalan yang telah cukup lama rusak, kini sudah diperbaiki, tapi yang membuatnya kecewa, lapisan permukaan aspal sangat tipis dan ia meyakini proyek ini tak dapat bertahan lama.

Keluhan senada sebelumnya disampaikan, Kepling IV Simpang, Sukardi. Kepada Waspada ia menyampaikan kekecewaannya. Kepling menyoti masalah ketebalan lapisan aspalnya. “Lapisan aspal sangat tipis,” ujarnya dengan nada kecewa.

Dengan kualitas proyek seperti ini, Kepling yakin proyek pengaspalan ini tidak akan dapat bertahan untuk kepentingan jangka panjang. Menurut dia, proyek ini dikerjakan oleh salah seorang rekanan PT KAI.

Lurah Pekan Besitang Sabariah dikonfirmasi Waspada memastikan sumber dana proyek pengaspalan ini bukan berasal dari anggaran APBD Langkat, meski diakuinya status jalan adalah jalan kabupaten.

“Proyek ini bukan dari anggaran APBD Langkat dan dalam proses pengerjaannya, pelaksana proyek sejak awal tidak ada berkoordinasi, baik dengan pihak kelurahan, maupun dengan pihak kecamatan,” tandas Sabariah.

Pantauan Waspada, kondisi lapisan aspal, baik ruas jalan yang berada di Lingk IV, maupun di Lingk 7 tampak tipis. Permukaan jalan yang baru saja selesai dikerjakan, dengan lapisan aspal yang lama nyaris tidak ada bedanya.

Ketebalan aspal jalan baru dengan aspal lama hanya terpaut beberapa milimeter. Di kawasan perimpangan RGM kondisi aspalnya tampak sudah pada terkelupas akibat manufer truk intercooler yang mengangkut rel kereta api.

Sejauh ini tak diketahuai siapa pihak rekanan yang mengerjakan proyek. Publik juga tidak mengetahui berapa besaran nilai anggaran kedua proyek. Tidak dipasangnya plank proyek mengindikasikan tidak adanya transparansi. (a10)

  • Bagikan