PANYABUNGAN (Waspada.id): Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Mandailing Natal Anti Korupsi (AMP-MANDAKOR) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal untuk segera memeriksa Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal, Riswan Halim Batubara.
Selain itu, mereka juga meminta Bupati Kabupaten Mandailing Natal mengevaluasi atau mencopot jabatan tersebut karena tiga paket proyek tahun anggaran (TA) 2025 hingga 31 Januari 2026 belum selesai sesuai tanggal kontrak.
Aliansi tersebut juga akan menggelar aksi unjuk rasa damai pada hari Rabu (04/02/2026) pukul 11.00 WIB di Kantor Kejari dan Kantor Bupati Kabupaten Mandailing Natal untuk menyampaikan tuntutan terkait program sarana prasarana Disdik serta beberapa dugaan di bidang lain.
Informasi ini disampaikan Koordinator Aksi AMP-MANDAKOR, Andris Sumarlin, melalui WhatsApp pada Sabtu malam (31/01/2026).
“Tiga paket proyek yang tidak selesai adalah pembangunan ruang kelas baru beserta perabotan SD N 385 Lubuk Kapundung dengan pagu Rp950 juta dan harga penawaran CV Sinar Jaya Rp836 juta; SD N 268 Aek Nabara dengan pagu Rp500 juta dan harga penawaran CV Sinar Jaya Rp455 juta; serta SD N 394 Singkuang dengan pagu Rp750 juta dan harga penawaran CV Bejana Utama Rp670 juta,” jelasnya.
Andris menyatakan bahwa keterlambatan proyek diduga akibat kurangnya pengawasan atau kelalaian dalam jabatan, mengingat Riswan juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam beberapa pekerjaan.
“Kami berharap Kejari bisa menjadikan tuntutan kami sebagai pintu masuk untuk menyelidiki seluruh anggaran TA 2025 Disdik Kabupaten Mandailing Natal,” ujarnya.
AMP-MANDAKOR merupakan gabungan organisasi kepemudaan dan mahasiswa, antara lain Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Mandailing Natal, Dewan Perwakilan Daerah Pemuda Lira Kabupaten Mandailing Natal, IMA Madina Pekanbaru, dan AMP2K Kabupaten Mandailing Natal.
Saat dikonfirmasi melalui Plt Kadis Komunikasi dan Informatika (Komimfo) Kabupaten Mandailing Natal Rahmad Dalimunthe, S.Pd, pada Jumat (31/01/2026), kontraktor ketiga paket proyek, Rinaldi Tanjung, dan Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal M. Faizal Situmorang belum memberikan jawaban.(id100)











