P.Siantar Kota Pertama Di Sumut Kerjasama Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar

  • Bagikan
Wali Kota Susanti Dewayani (tujuh kanan berdiri depan) pose bersama usai penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dengan Yayasan Bhakti Tanoto secara daring dan penyerahan bantuan dari YBM PT PLN UPT Pematangsiantar di ruang serbaguna Pemko, Jl. Merdeka, Senin (4/12).(Waspada-Ist).
Wali Kota Susanti Dewayani (tujuh kanan berdiri depan) pose bersama usai penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dengan Yayasan Bhakti Tanoto secara daring dan penyerahan bantuan dari YBM PT PLN UPT Pematangsiantar di ruang serbaguna Pemko, Jl. Merdeka, Senin (4/12).(Waspada-Ist).

            PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pematangsiantar menjadi kota pertama di Provsu yang mendapat kesempatan untuk bekerjasama dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar dan upaya percepatan penurunan stunting.

Wali Kota Susanti Dewayani dan Director of Basic Education Yayasan Bhakti Tanoto Margaretha Ari Widowati melakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) itu secara daring, Senin (4/12).

Selain itu, juga penandatangan perjanjian kerjasama antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Pemko dengan Yayasan Bhakti Tanoto tentang program pendampingan teknis percepatan penurunan stunting di Pematangsiantar.

Penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama itu berlangsung setelah pembukaan evaluasi hasil tindak lanjut audit kasus stunting ke-2 Pematangsiantar di ruang serbaguna Pemko, Jl. Merdeka. 

Menurut Wali Kota, pencapaian target pembangunan kesehatan melalui upaya percepatan penurunan stunting merupakan salah satu investasi utama dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 melalui penguatan deteksi dini dan intervensi yang tepat, baik intervensi spesifik maupun sensitif secara kolaboratif dan konvergen dan harapannya dapat mencegah stunting.

Pemerintah, lanjut Wali Kota, di semua level administrasi dengan dukungan dari semua program dan sektor serta mitra dan pemangku kepentingan, sangat berkomitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Audit kasus stunting menjadi upaya yang sangat strategis dan penting melakukannya dalam penanggulangan stunting secara komprehensif, sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi. Dengan audit, harapannya dapat menjadi pembelajaran di tiap level administrasi untuk penguatan dan konvergensi program serta memastikan intervensi spesifik dan sensitif sampai pada sasaran,” sebut Wali Kota.

Wali Kota yakin bila semua terlaksana secara optimal, target stunting 14 persen pada 2024 secara nasional dan 8,96 persen untuk Pematangsiantar dapat tercapai.

Harapannya, lanjut Wali Kota, upaya pencegahan dan penurunan stunting di Pematangsiantar dapat terwujud, hingga prevalensi stunting dapat turun dalam mewujudkan Pematangsiantar sehat, sejahtera dan berkualitas.

Selain penandatanganan itu, juga penyerahan bantuan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) UPT Pematangsiantar kepada balita stunting.

“Terimakasih kepada Yayasan Bhakti Tanoto dan PT PLN, dimana Pematangsiantar mendapat hunjukan untuk menerima program kemanusiaan dari Yayasan Bhakti Tanoto dan PT PLN. Semoga bantuan ini tidak berhenti di sini, namun terus berkesinambungan,” harap Wali Kota.

Sementara, Director of Basic Education Yayasan Bhakti Tanoto secara zoom (daring) menyampaikan Yayasan Bhakti Tanoto selama ini fokus di pendidikan. “Pendidikan yang berkualitas akan meningkatkan kesejahteraan.”

Sedang Manajer YBM PT PLN (Persero)  UPT Pematangsiantar Sugandhi melalui Asisten Manajer Donald Silitonga berterimakasih kepada Pemko yang telah memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk ikut andil dalam upaya penurunan stunting, dengan memberikan bantuan kepada balita yang mengalami stunting. “Semoga program baik ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.”

Sebelumnya, Kadis PPKB Pemko Hasudungan Hutajulu menjelaskan audit kasus stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas pada rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting yang pelaksanaannya secara berkesinambungan.

“Hingga intervensi atau pencegahan dapat segera terlaksana agar kasus tidak semakin memburuk atau penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa sehingga kasus tidak berulang di satu wilayah. Sasaran audit kasus pelaksanaanya di empat kelurahan yang memiliki jumlah balita stunting tertinggi yakni Simarito, Kahean, Tomuan dan Bah Kapul,” sebut Hasudungan.

Tampak hadir sebagai narasumber dr. SL. Margaretha Gultom, dr. Robert SH Situmorang, ahli gizi Elly Marinta Damanik dan Theresia Anggreini Sintauli, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan Happy Oikumenis Daely, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala Puskesmas, IBI, Persagi, TP PKK dan lainnya. (a28).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *