SERGAI (Waspada.id): Satu unit pabrik pengolahan tahu mentah dan tahu goreng yang berada tak jauh dari Jalan Lintas Sumatera Medan–Tebingtinggi, tepatnya di Dusun Bakti Darul Aman, Desa Sungai Bulu, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), nyaris ludes dilalap si jago merah, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Kobaran api mengejutkan pemilik pabrik dan warga sekitar karena api tiba-tiba membesar meski aktivitas produksi telah berhenti sejak pukul 15.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Pemilik pabrik, Misdian 53, mengatakan, saya pulang ke rumah dari undangan tak ada api, bara di dapur penggorengan pun sudah mati. Namun saat saya makan bontot nasi undangan api muncul secara tiba-tiba dari area dapur penggorengan.

“Jam tiga sore itu sudah selesai penggorengan. Malamnya, sekitar setengah dua belas, api tiba-tiba sudah marak besar,” ujar Misdian kepada Waspada.id, Sabtu (31/1/2026), pagi.
Menurutnya, saat kejadian pabrik dalam kondisi tidak beroperasi. Api dengan cepat membesar dan membakar sejumlah peralatan produksi serta minyak goreng yang tersimpan di lokasi “Api sudah besar, kami panik. Minyak makan yang di bawah sini ikut terbakar juga,” katanya.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. “Masyarakat ramai membantu, nyiram pakai air yang ada, tapi api nggak juga padam,” tambahnya.
Mobil pemadam kebakaran dari dinas terkait tiba sekitar 15–20 menit kemudian dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB. “Sekitar jam satu lah api benar-benar padam setelah dibantu pemadam kebakaran,” jelas Misdian.

Akibat kebakaran tersebut, Misdian menaksir kerugian mencapai Rp50 juta. “Kalau ditaksir, kerugian sekitar 50-an juta rupiah,” ungkapnya.
Pabrik tahu yang berdiri sejak tahun 2008 itu sebelumnya belum pernah mengalami kejadian serupa. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. “Kami juga belum tahu penyebabnya apa. Ini musibah,” katanya.
Sementara itu, Intan 22, tetangga korban mengaku terkejut melihat api sudah membesar saat dirinya baru pulang ke rumah. “Tiba-tiba sudah besar apinya. Padahal sore sudah nggak produksi lagi,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran pabrik yang berdiri sejak 2008 tersebut masih dalam penyelidikan tim inafis Polres Sergai. (bs)











