Sumut

Pasca Bencana Alam, Perantau Bugis Di Tapanuli Tengah Butuh Bantuan

Pasca Bencana Alam, Perantau Bugis Di Tapanuli Tengah Butuh Bantuan
Salah seorang perwakilan etnis Bugis yang menjadi korban bencana alam di Kelurahan Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah membutuhkan bantuan dari para dermawan dan saudagar Bugis yang ada di perantauan.Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

TAPANULI TENGAH (Waspada.id): Pasca bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, hingga Rabu (8/4) masih menyisahkan kondisi yang memprihatinkan bagi para penyintas.

Bencana yang terjadi secara hampir bersamaan di Pulau Sumatera tersebut meninggalkan dampak besar, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga terputusnya sumber penghidupan masyarakat.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup serius berada di Kelurahan Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Di Kelurahan Hajoran, Kecamatan Pandan, sejumlah warga, termasuk masyarakat Bugis masih bertahan di hunian sementara dengan segala keterbatasan yang ada.

Perwakilan masyarakat di lokasi tersebut menyampaikan harapan kepada para dermawan, khususnya saudagar dan perantau Bugis di berbagai daerah, agar dapat turut membantu meringankan beban para penyintas. Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan banyak warga kehilangan mata pencaharian.

“Kami saat ini sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak dari kami yang tidak lagi memiliki pekerjaan maupun simpanan untuk bertahan,” ujar salah satu perwakilan warga di posko hunian sementara.

Kondisi ini semakin terasa menjelang perayaan Idul Adha yang akan datang. Warga berharap adanya kepedulian dari berbagai pihak agar dapat merasakan kebersamaan di hari raya, termasuk melalui bantuan pangan dan hewan kurban. Pada bulan Ramadan sebelumnya, sebagian warga bahkan belum sempat menikmati hidangan daging karena keterbatasan ekonomi.

Relawan dari Komunitas Ruang Baca Bambu menyatakan kesiapan untuk menjadi penghubung dalam penyaluran bantuan dari para donatur kepada masyarakat terdampak. Mereka membuka ruang kolaborasi bagi individu, komunitas, maupun lembaga yang ingin berkontribusi dalam membantu pemulihan kondisi para penyintas.

“Ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kepedulian dan solidaritas kita sebagai sesama. Kami mengajak seluruh dermawan, khususnya masyarakat Bugis di perantauan, untuk bersama-sama membantu saudara kita di Hajoran,” ujar perwakilan relawan.

Masyarakat dan dermawan yang ingin berpartisipasi dalam penyaluran bantuan dapat menghubungi relawan melalui akun Instagram resmi : @ruangbaca.bambu Diharapkan, melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, para penyintas dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih layak di masa mendatang.(id50)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE