Pasien Narkoba Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas

  • Bagikan
Para pelayat sedang melayat di rumah duka, Ngatmini diduga tewas dianiaya oleh anak kandungnya yang merupakan pasien Narkoba rehab jalan. Waspada/Sapriadi
Para pelayat sedang melayat di rumah duka, Ngatmini diduga tewas dianiaya oleh anak kandungnya yang merupakan pasien Narkoba rehab jalan. Waspada/Sapriadi

KISARAN (Waspada): Pasien rehab jalan Narkoba diduga menganiaya ibu kandungnya hingga tewas, pelaku sudah diamankan Polres Asahan, sedangkan jenazah korban dibawa ke Medan untuk diotopsi.

Kepala Desa Sei Kamah, Kec Seidadap, Kab Asahan, Syamsul Bahri, saat ditemui di rumah duka, Sei Kamah I, Desa Sei Kamah, Senin (11/12), menerangkan bahwa berdasarkan informasi dari masyarakat dan pihak keluarga, kejadian subuh tadi sekitar pukul 04.30 WIB. Korban Ngatmini,55, ditemukan tergeletak di lantai tidak berdaya dalam rumah dengan kondisi memprihatinkan, wajah yang sudah lebam. Dugaan korban dianiaya anak kandungnya AP,31.

“AP ini pasien rehab jalan Narkoba, sebelumnya dia pergi bersama temannya sekitar dua hari tidak pulang, ibunya (korban) khawatir, karena dia harus mengkonsumsi obat, dan menyuruhnya minum obat tapi AP menolak melawan. Dan malam hari saat subuh hari adiknya Dedi mendengar suara pemukulan dan saat dilihat ibunya sudah tergeletak tak berdaya di lantai, sedangkan AP pergi meninggalkan rumah,” jelas Syamsul.

Syamsul menuturkan, dengan bantuan warga korban dilarikan di RS Perkebunan Seidadap, namun karena fasilitas kesehatan tidak memadai sehingga dirujuk ke RSUD Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis. “Namun sekitar pukul 07.00 WIB korban dinyatakan meninggal,” jelas Syamsul.

Kejadian ini, kata Syamsul, sudah dilaporkan ke Polsek Airbatu, Polres Asahan, sehingga personil turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyidikan dan pemeriksaan. “Kabarnya AP sudah diamankan oleh Polres Asahan, sedangkan jenazah dibawa ke Medan untuk keperluan otopsi,” jelas Syamsul.

Syamsul juga mengatakan, bahwa AP beberapa hari ini kelihatan beda karena selalu bicara sendiri dan kadang menangis. Namun sebelumnya beberapa minggu lalu AP dalam kondisi baik saja, dan hal itu terbukti karena mengikuti gotong royong di masjid. “Hanya beberapa hari ini saja dia kelihatan berbeda,” jelas Syamsul.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Rianto, menuturkan bahwa ada terjadi penganiayaan anak terhadap ibu kandung hingga tewas, namun dirinya belum bisa menerangkan lebih lanjut karena masih dalam tahapan penyelidikan. “Pelaku sudah diamankan, sedangkan jenazah korban masih diotopsi di rumah sakit yang ada di Medan,” jelas Rianto. (a02/a19/a20)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *