P. SIDIMPUAN (Waspada.id) : Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Padangsidimpuan gembleng generasi muda jadi muballigh yang mampu berdakwah bukan hanya di mimbar masjid, tapi juga mampu dan cerdas gunakan media sosial sebagai sarana dakwah di era digitalisasi saat ini
Pelatihan mubaligh muda berkemajuan berbasis kemitraan yang digelar elama dua hari, (tanggal 3–4 Januari 2026) di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) dan Masjid Taqwa Muhammadiyah Ranting Batang Ayumi Jae, Padangsidimpuan dibuka Ketua PDPM Kota Padangsidimpuan, Takdir Ali Sahbana.
Kegiatan yang bertema “Revitalisasi Peran Dkwah Pemuda Di Era Digital” dihadiri Kepala Lembaga Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPAIK) UMTS, Mulyadi Hermanto Nst, M.A, bersama Ketua PDPM Mandailing Natal (Madina), Ketua PDPM Padang Lawas, dan Ketua PDPM Padang Lawas Utara serta pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah dan alumni Pemuda Muhammadiyah.

Pelatihan muballigh muda yang dikemas dalam bentuk workshop intensif, meliputi materi ideologi dan dakwah berkemajuan Muhammadiyah, retorika dan komunikasi publik, manajemen majelis dakwah, serta literasi digital untuk dakwah melalui media sosial.
Ketua PDPM Kota Padangsidimpuan, Takdir Ali Sahbana dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kapasitas muballigh muda Muhammadiyah agar mampu menjawab tantangan dakwah di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Menurutnya, muballigh Pemuda Muhammadiyah harus memiliki pemahaman ideologi yang kuat, kemampuan komunikasi publik yang baik, serta kecakapan berdakwah di ruang digital. “Dalam berdakwah itu harus cerdas dan bijak,” ucapnya.
Kepala LPAIK UM Tapsel, Mulyadi Hermanto Nst, M.A memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan muballigh pentingnya tentang peran strategis muballigh dalam mengembangkan dakwah Islam berkemajuan.
Menurutnya, dakwah Muhammadiyah harus berlandaskan ilmu, akhlak, dan orientasi pada solusi atas persoalan umat
Ketua panitia pelaksana menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan mencetak muballigh muda Muhammadiyah yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan adanya pelatihan muballigh muda tersebut diharapkan lahir kader dakwah Pemuda Muhammadiyah yang siap berkiprah di tengah masyarakat.
Pelatihan muballigh ini dikemas dalam bentuk workshop intensif, meliputi materi ideologi dan dakwah berkemajuan Muhammadiyah, retorika dan komunikasi publik, manajemen majelis dakwah, serta literasi digital untuk dakwah melalui media sosial.
Untuk mengukur pemahaman dan kemampuan peserta terhadap materi pelatihan, dilakukan praktik simulasi khutbah dan pembuatan konten dakwah digital yang cerdas dan bijak.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDPM se Tabagsel dan alumni Pemuda Muhammadiyah berbagi pengalaman dakwah.(id46)











