ASN BKPSDM Humbahas menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban yang terdampak banjir dan longsor Panggugunan, Pakkat di tenda darurat lokasi pengungsian. Waspada.id/Ist
DOLOKSANGGUL (Waspada.id): Pasca peristiwa banjir bandang dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kec. Pakkat, Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (25/11) malam, Pemda setempat secara intens melakukan penanganan dan penanggulangan.
Selain mendirikan posko bantuan dan tenda darurat, pemerintah melalui jajaran OPD memperhatikan ketersediaan layanan dasar, tidak terkecuali Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manuasia (BKPSDM).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Humbahas, Benyamin Nababan mengaku empati dan peduli terhadap korban yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kec. Pakkat, Kab. Humbahas.
“Melihat peristiwa banjir bandang dan longsor di Pangggugunan, kita tersentuh, empati sekaligus peduli kepada korban. Sebab atas bencana tersebut, sebagian warga yang terdampak harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke rumah kerabat tidak jauh dari lokasi longsor,” kata Benyamin disela penyaluran sembako di tenda darurat dapur umum pengungsian, Jumat (28/11).
Atas dasar kemanusiaan, pihaknya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) BKPSDM Humbahas tergerak secara swadaya sehingga bisa menyalurkan sejumlah bantuan sosial kebutuhan dasar para korban terdampak bencana.
Katanya, bansos yang disalurkan itu berupa bahan pangan sembako, pakaian, sabun, makanan ringan, mie instan dan telur. “Tidak banyak yang bisa kita berikan, tapi setidaknya bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana. Doa kita, semoga Tuhan memberikan kekuatan serta keteguhan iman kepada korban dan bencana tersebut segera terpulihkan,” ujar Benyamin.
Tidak lupa, atas nama BKPSDM, pihaknya turut menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban yang meninggal. Demikian juga korban yang hilang segera ditemukan.
Pemerhati publik, Bernad Marbun menyampaikan apresiasi atas empati dan kepedulian BKPSDM Humbahas kepada para korban terdampak bencana di daerah itu.
Bernad mengingatkan, bahwa kepedulian tidak diukur dari seberapa banyak kita memberi namun dapat memahami kondisi serta ikut merasakan kesulitan, dan memberikan bantuan moril/materil untuk meringankan beban orang lain. (id62)













