Sumut

Pelaku Penganiayaan Ponakan Di Gang Maut Gunting Saga Tertangkap

Pelaku Penganiayaan Ponakan Di Gang Maut Gunting Saga Tertangkap
Tersangka pelaku penganiayaan berujung kematian, BD, saat diamankan di Mapolsek Kualuhhulu, Selasa (11/2) Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

LABUHANBATU UTARA (Waspada.id): Tersangka penganiayaan BD, 42, yang berujung kematian kepada korban Hendy, 41, warga Gang Maut Lingkungan V Panjanga Bidang Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) akhirnya berhasil diamankan warga dan kepolisian.

Terduga pelaku BD yang tidak lain adalah adik mertua korban berhasil diamankan oleh warga perkebunan kelapa sawit di Desa Gunung Melayu sebelum diserahkan pada pihak kepolisian.

Kepala Desa Gunung Melayu, Syahren Tanjung, menyampaikan, “BD ditemukan sekira pukul 02.30 WIB dinihari oleh warga yang membantu pihak kepolisian dari Polsek Kualuhhulu yang dari siang mencari keberadaan terduga pelaku. Setelah diamankan, langsung dibawa ke rumah kepala dusun dan selanjutnya diserahkan pada pihak kepolisian,” jelas Syahren, Rabu (11/2).

Saat ini, tersangka BD telah diamankan di Mapolsek Kualuhhulu bersama sejumlah barang bukti berupa pakaian yang berlumuran darah dan satu unit sepada motor yang digunakan terduga pelaku untuk melarikan diri.

“Ya, benar, saat ini tersangka sudah kita amankan,” kata Kapolsek Kualuhhulu AKP Citra Yani Barus, Rabu (11/2).

Dari keterangan keluarga korban yang tidak bersedia identitasnya dipublikasi, Rabu (11/2) menerangkan, jika kejadian ini bermula pada hari Selasa (10/2) saat korban Hendy sedang duduk di teras rumahnya, sementara isteri korban Nurmita Sari sedang dikamar bersama anak perempuannya.

Tak berselang lama, terdengar suara sepeda motor berhenti. Mendengar ada yang datang, isteri korban keluar melihat siapa yang datang.
Ternyata yang datang adalah pamannya yang tidak lain adalah pelaku BD.

Saat itu, isteri korban melihat tersangka BD datang dan bertanya akan keberadaan Danu yang tidak lain adalah adik ipar korban. “Danu dimana,” tanyanya saat itu. Dijawab Hendy menjawab, “Meranto dia pak.” ucap keluarga korban menirukan percakapan saat itu.

Melihat keduanya ngobrol, Nurmita Sari meninggalkan keduanya dan masuk kembali ke kamar.

Namun tak berselang lama terdengar suara bantingan kursi dan suara gaduh. Mendengar itu, isteri korban langsung keluar dari kamar dan melihat kondisi korban yang berlumuran darah dan hendak berlari ke belakang dan pelaku masih berupaya mengejar korban dengan sebilah golok yang dibawanya.

Berusaha menolong, Nurmita Sari coba menghentikan aksi pelaku dengan cara memeluk dan berteriak bermohon agar BD berhenti.

Saat itu lah Hendy berhasil membuka pintu samping dan berlari keluar yang langsung mendapat pertolongan dari tetangga untuk dibawa ke RSUD Aek Kanopan menggunakan sepeda motor dengan mengikat korban pakai kain agar tidak terjatuh dari boncengan.

Namun naas, sesampainya di RSUD Aek Kanopan, nyawa korban yang juga tercatat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Perhubungan Sumut ini tidak dapat diselamatkan, kendati pihak medis sempat memberikan pertolongan akibat banyaknya luka tusuk dan robek di tubuh.

Dari keterangan sejumlah warga sekitar dan beberapa keluarga, pelaku pernah mengalami sakit mental, bahkan pernah mendapat perawatan khusus. (id31)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE