Pembayaran SHT PTPN 2 Capai Rp529 Miliar Lebih

Pensiunan Terima Kasih Ke Direksi

  • Bagikan
Pembayaran SHT PTPN 2 Capai Rp529 Miliar Lebih
Direktur PTPN 2 Irwan Perangin-angin saat memberikan SHT secara simbolis beberapa waktu lalu. (Waspada/Ist)

DELISERDANG (Waspada): Transformasi yang menjadi prioritas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus menampilkan hasilnya. Peningkatan kinerja hingga kontribusi kepada negara terus melesat dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan semakin sehatnya kondisi perusahaan, BUMN juga mampu menunaikan sejumlah kewajiban. Seperti PT Perkebunan Nusantara 2 (PTPN 2), dulu tidak lancar membayar santunan hari tua, namun dalam kurun waktu 3 tahun ini, berkat transformasi di bawah kepemimpinan Irwan Perangin-angin sebagai Direktur PTPN 2 kini mampu membayarkan santunan hari tua (SHT) dengan telah mencapai senilai Rp529.244.420.633.

Direktur PTPN 2 Irwan Perangin-angin melalui Kabag Sekretariat Perusahaan Henny Mailena Siregar didampingi Kasubag Humas Rahmat Kurniawan mengatakan kinerja PTPN 2 memang semakin membaik sejak transformasi. Katanya, PTPN 2 terus berupaya secara maksimal memenuhi kewajiban-kewajiban khususnya kepada pensiunan karyawan yang pernah mengabdi di perusahaan perkebunan BUMN ini.

“Total SHT yang sudah dibayarkan sebesar Rp529.244.420.633, dan sisa yang belum dibayarkan hanya sebesar Rp116 miliar lagi,” kata Henny dalam pers rilis yang diterima Waspada, melalui Kasubag Humas Rahmat Kurniawan, Minggu (17/9) di Tanjungmorawa.

Dari data yang ada total SHT itu, sejak Tahun 2018 jumlah pembayaran SHT terus meningkat. Mulai dari Rp1, 426 miliar lebih (tahun 2018) naik menjadi Rp24 miliar lebih (2019), Rp31,973 miliar (2020), naik lagi menjadi Rp145,807 miliar (2021), dan Rp231,826 miliar tahun 2022 serta tahun 2023 sampai September sudah disalurkan senilai Rp94,204 miliar untuk 58 orang karyawan pimpinan dan 1.221 orang karyawan pelaksana.

“Target perusahaan, tahun 2023 SHT selesai dibayarkan seluruhnya dan di tahun 2024 setiap karyawan yang pensiun langsung bisa menerima SHT,” sebut Henny.

Henny mengungkapkan, para pensiunan karyawan yang belum menerima hak-hak mereka seperti SHT agar memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan dan bersabar. Mengingat semuanya harus melalui proses karena jumlah pensiunan karyawan di PTPN 2 cukup besar.

Menurutnya, SHT ini tidak pernah dipotong melalui gaji karyawan, tapi SHT ini semata-mata merupakan santunan perusahaan dalam bentuk perhatian perusahaan kepada karyawan yang telah mengabdi di perusahaan dan berkelakuan baik.

“Kita sangat berharap para pensiunan karyawan bersabar dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Percayalah, perusahaan tidak akan bertindak sewenang-wenang. Semua hak-hak pensiunan karyawan akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama ini,” ungkap Henny.

Terima kasih

Sejumlah pensiunan karyawan PTPN 2) menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran Direksi yang telah mencairkan SHT. Dengan rasa haru bahagia pensiunan dan ahli waris pensiunan PTPN 2 saat menerima SHT tersebut yang selama ini sangat dinantikan.

Salah seorang pensiunan Kebun Bukit Lawang Tahun 2012 Salimin 66, mengungkapkan terima kasihnya. “Saya berterimakasih banyak kepada PTPN 2 semoga semakin maju terus. Terima kasih banyak juga kepada Bapak Direktur PTPN 2. Saya minta izin jika ada kesalahan selama ini di perusahaan mohon dimaafkan. Manajer, Asisten, Mandor I baik sekali kepada kami,” ungkapnya.

Salimin mengakui berkat SHT tersebut dirinya dapat membangun rumah yang selama ini diimpikannya.
“Alhamdulillah, berkat uang SHT ini saya bisa bikin rumah di kampung yang selama ini saya menumpang. Sekarang sudah punya rumah sendiri,” akunya.

Senada dengan Salimin, pensiunan Kebun Tanjung Garbus tahun 2023 Arif Iwan Kesuma 56, menyampaikan mengurus SHT simpel tidak dipungut apapun. Hanya melengkapi persyaratan KPTS pensiun, fotocopy rekening bank, fotocopy KTP dan Berita Acara Pengosongan Rumah. Iapun juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Management PTPN2 yang telah memperhatikan para pensiunan dalam pengurusan SHT.

“Alhamdulillah dalam pengurusan SHT tidak dipungut biaya apa-apa, tidak ada dipersulit dari petugas pengurus SHT,” katanya.

Secara terpisah Sinta Friska Ketaren 22, ahli waris almarhum Ganepo Ketaren pensiun 2019 PKS KWS Operator Pengolahan juga menuturkan proses pengurusan SHT mudah dan tidak dipungut biaya.

“Saya pribadi banyak bersyukur masih bisa melanjutkan studi apalagi saat menerima uang SHT itu, sangat berguna bagi kami anak-anaknya yang sudah ditinggalkan,” katanya. (a16/a01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *