Pemkab Gelar Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

  • Bagikan
Pemkab Madina melalui Dinas PPKB menggelar Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Ladang Sari Ballroom, Desa Gunungua Panggorengan, Kec. Panyabungan, Rabu (29/11). Waspada/Ist
Pemkab Madina melalui Dinas PPKB menggelar Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Ladang Sari Ballroom, Desa Gunungua Panggorengan, Kec. Panyabungan, Rabu (29/11). Waspada/Ist

MADINA (Waspada): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menggelar Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting, Rabu (29/11) di Ladang Sari Ballroom, Desa Gunungua Panggorengan, Kec. Panyabungan.

Acara turut diikuti perwakilan BKKBN Sumatera Utara, para Asisten, Kepala OPD, segenap instansi lintas sektoral terkait, hingga organisasi masyarakat (Ormas) di Madina. Forum dibuka oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Madina.

Dalam sambutannya, Ketua Pokja Perencanaan, Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting Perwakilan BKKBN Sumut, Heri Pranata Satria, S.Kom menyampaikan pentingnya edukasi yang baik terhadap masyarakat serta penguatan kerja sama dengan pihak swasta dalam menurunkan stunting.

Pemkab Gelar Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

“Kita bisa memprioritaskan dengan melihat data dari instansi terkait seperti keluarga miskin ekstrim dan stunting. Kemudian, kita juga harus berhasil mengdukasi masyarakat tentang stunting ini. Untuk itu, kita perlu bersinergi juga dengan organisasi masyarakat,” sebut Heri.

“Kami percaya Pemkab Madina bisa mendorong segenap perusahaan yang ada di Madina untuk bisa bersinergi dan bahu membahu mengentaskan stunting melalui mekanisme yang baik,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Atika menyampaikan, instrumen ataupun komposisi untuk menurunkan stunting di Madina sudah lengkap, untuk itu, perlu adanya tanggung jawab dan tekad yang kuat untuk mewujudkan tujuan tersebut.

“Instrumen sudah lengkap, peraturannya juga ada. Saya minta kesungguhan kita semua. Bukan hanya sebatas angka dan laporan, tetapi juga secara riil,” ujar Atika.

“Kita berjalan dalam koridor undang-undang yang kita sahkan bersama, melalui tahap perencanaan dan budgeting. Pesan saya, jika ada inovasi kabupaten/kota lain, silahkan kita tiru, selama itu baik dan bisa kita sesuaikan untuk Madina,” sebutnya lagi. (irh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *