Sumut

Pemkab Madina Gandeng Pakar Pertanian UMA Untuk Budidaya Pisang

Pemkab Madina Gandeng Pakar Pertanian UMA Untuk Budidaya Pisang
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggandeng pakar pertanian dari Universitas Medan Area (UMA) untuk pengembangan budidaya pisang.

Hal itu terungkap usai pertemuan Bupati H. Saipullah Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, serta Plt. Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga dengan Prof. Suswati dan Prof. Zulkarnain Lubis di salah satu hotel di Medan pada Sabtu (31/1/26).

Saipullah mengatakan ini sebagai upaya mengembalikan Madina sebagai salah satu produsen utama pisang di Sumatera Utara.

​”Kami ingin petani di Madina tidak hanya sekadar menanam, tapi memiliki pemahaman ilmiah mulai dari pemilihan bibit unggul, perawatan tanah, hingga penanganan pasca-panen. Kehadiran para profesor dari UMA diharapkan memberikan bantuan teknis dan pendampingan nyata bagi masyarakat,” kata dia.

​Bupati Saipullah menambahkan kerja sama ini juga memastikan petani mendapat pendampingan dari hulu sampai ke hilir, mulai dari teknologi penanaman, produksi, agribisnis, agroindustri, hingga potensi agrowisata.

“Tujuannya adalah rebounding atau melahirkan kembali kejayaan pisang Madina demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup dia.

​Prof. Suswati menjelaskan, timnya menyiapkan paket teknologi khusus untuk mengatasi penyakit darah bakteri dan layu fusarium yang selama ini menjadi momok bagi petani.

“Teknologi ini dirancang agar budidaya kembali sehat dan mampu mengembangkan circular economy berbasis sumber daya lokal,” kata dia.

Suswati menerangkan, secara historis, Madina merupakan pusat pisang. Namun, mengalami penurunan luas lahan dan produksi akibat kendala penyakit darah bakteri atau fusarium.

​”Dengan paket-paket teknologi yang dihasilkan oleh tim UMA, kiranya dapat bermanfaat untuk memulai kembali budidaya yang sehat, bermartabat, dan mampu mengembangkan circular economy berbasis sumber daya alam lokal, yaitu pisang unggul nasional,” ujar dia.

​Sebagai langkah awal, Pemkab Madina telah menyiapkan lahan percontohan seluas 5 hektare di wilayah Panyabungan Barat. Lahan ini akan menjadi pusat pembibitan dan pelatihan bagi petani lokal dengan sistem learning by doing (belajar sambil bekerja) di bawah pengawasan langsung tim ahli dari UMA .

​Kolaborasi ini rencananya akan diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) formal guna memastikan keberlanjutan riset terapan dan pengabdian masyarakat di sektor perkebunan Madina.(id100)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE