Penanganan Banjir Di Palas Terkesan Minim, Seolah Tidak Ada Anggaran

  • Bagikan
Penanganan Banjir Di Palas Terkesan Minim, Seolah Tidak Ada Anggaran
Jembatan gantung Desa Tanjung Morang yang putus digulung derasnya arus sungai di wilayah Kecamatan Huristak. Waspada/Ist

PADANG LAWAS (Waspada): Bencana banjir di Kabupaten Padang Lawas (Palas), bahkan menyebar di sejumlah kecamatan, tetapi penanganannya terkesan minim seolah tidak ada anggaran.

Seperti kata Ir. Ike Taken Hasibuan, MT, Rabu (3/1) bahwa dampak bencana banjir itu meluas di sejumlah kecamatan. Bahkan di Kecamatan Huristak membuat ratusan hektar rusak digenangi air, juga tiga unit jembatan rambin rusak diterjang arus sungai.

Kejadian bencana banjir yang terjadi itu merupakan kejadian alam yang tidak bisa dihindari. Tetapi yang diharapkan masyarakat adalah kehadiran pemerintah daerah.

Masyarakat berharap unsur pemkab datang melihat langsung ke lapangan terdampak banjir, sekaligus melakukan apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dampak yang timbul dan menimpa masyarakat.

Seperti mengirim perahu karet, membantu masyarkat mengangkat padi yg terbenam, yang baru saja dipanen, tetapi ikut terendam banjir.

Penanganan Banjir Di Palas Terkesan Minim, Seolah Tidak Ada Anggaran
Lahan sawah masyarakat yang terendam banjir, dan diperkirakan bakal gagal panen. Waspada/Ist

Begitu juga penanganan pasca bencana banjir, dimana akan rentan dengan datangnya penyakit. Tidak hanya bagi manusia juga ternak, belum tau seperti apa penanganan yang akan dilakukan pemerintah daerah.

Apalagi jika dilihat apa yang dialami masyarakat, seperti yang mengalami gagal panen, apakah sudah disiapkan bibit padi gratis, pupuk murah dan bersubsidi, juga penanganan yang lainnya.

Sementara menurut pihak BPBD Kabupaten Padang Lawas, bencana banjir melanda 12 kecamatan dari 17 kecamatan di Kabupaten Padang Lawas yang mengakibatkan empat jembatan gantung putus dan tiga jembatan rusak diterjang arus sungai. (a30)

  • Bagikan