Pencarian Korban Longsor Di Baktiraja Dioptimalkan Seminggu

  • Bagikan
Pencarian Korban Longsor Di Baktiraja Dioptimalkan Seminggu

KEPALA BNBP Letjen TNI Suharyono memimpin rapat koordinasi penanganan longsor di Desa Simangulampe, Baktiraja. Waspada/Ist

DOLOKSANGGUL (Waspada): Pencarian korban yang dinyatakan hilang atas bencana longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, akan dioptimalkan selama satu minggu. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Nasional Letjen TNI Suharyono saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral perihal penanganan longsor di Kecamatan Baktiraja, Senin (4/12) bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Humbahas.

Rapat koordinasi di atas turut dihadiri Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, Anggota Komisi VIII DPR RI Delmaria, Tenaga Ahli Kepala BNPB Kolonel Djohan Darmawan dan Forkopimda Kabupaten Humbahas dan lainnya.

“Pencarian terhadap 10 orang sisa korban yang dinyatakan hilang akan dilakukan secara optimal selama satu minggu kedepan. Apabila tidak ditemukan akan segera dilakukan kordinasi kembali untuk tindak lanjut terhadap bencana longsor yang terjadi,” kata Suharyono.

Dia mengingatkan seluruh tim gabungan melalui Forkopimda Humbahas agar bekerja cepat dan tanggap tangani kondisi banjir bandang dan longsor yang terjadi di Desa Simangulampe. “Fokus kita adalah pencarian para korban dan kebutuhan pengungsi. Semakin lama kita bekerja, semakin lama masyarakat terdampak bencana,” tegasnya.

Hingga hari ke-3 pencaharian korban hilang, sambung Suharyanto, pihaknya telah menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia. Sehingga sisa korban hilang yang akan dicari sebanyak 10 orang.

Mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan longsor, lanjut Suharyono, BNPB sudah siapkan dukungan berupa DSP (dana siap pakai) kebutuhan operasional sejumlah Rp500 juta, kemudian tenda pengungsi dua unit, tenda keluarga 50 unit, sembako 500 paket, selimut 400 unit, matras 400 unit, velbert/tempat tidur darurat 200 unit, light tower/ penerangan dua unit, genset lima unit dan mesin pompa air sebanyak 10 unit.

Kebutuhan ini akan segera disampaikan ke lokasi bencana agar dipergunakan tim gabungan dan para pengungsi, pungkasnya. (cas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *