TIM gabungan penanggulangan bencana tengah mengevakuasi mayat korban banjir dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kec. Pakkat. Waspada.id/Ist
DOLOKSANGGUL (Waspada.id): Kerja keras tim gabungan dari Basarnas, BPBD Humbahas, Polres Humbahas, instansi terkait dari personel Pol PP, Damkar serta pemerintah desa dalam pencarian korban hilang atas bencana banjir bandang dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, kembali membuahkan hasil.
Atas upaya tim gabungan yang tak kenal lelah, dua dari empat korban yang dilakukan pencarian, ditemukan meninggal dunia. Korban yang ditemukan itu, Tiada Simanullang (Op. Rinasi), 70, dan Nardo Sihotang, 19. Keduanya ditemukan terpisah dengan radius sekitar 700 meter dari lokasi titik longsor.
Sekdakab Humbahas, Chiristison Rudianto Marbun saat dikonfirmasi Waspada.id melalui selulernya, Jumat (28/11) malam membenarkan penemuan korban yang tersapu bencana banjir dan longsor di Desa Panggugunan, Kec. Pakkat. “Dua dari empat korban longsor yang dilakukan pencarian, sudah ditemukan sekitar Pukul 18:00 WIB petang. Korban tersebut, Tiada Simanullang, 70, Nardo Sihotang, 19,” ujar Chiristison.

Dijelaskan, kedua korban ditemukan secara terpisah dengan kondisi tubuh yang bengkak dan tidak utuh. Korban Tiada ditemukan dengan kondisi miring dan wajah setengah tertutup timbunan material longsor. Mayat Tiada ditemukan sekitar 700 meter dari akses jalan yang telah di buka.
Kemudian, korban Nardo ditemukan sejauh lima kilometer di Pasar Ambasang dengan kondisi bagian tubuh tidak utuh lagi. “Pasca penemuan mayat korban longsor itu, petugas langsung melakukan evakuasi ke posko yang sudah disiapkan. Selanjutnya, tim dokter dari RSUD Doloksanggul melakukan autopsi dan disampaikan kepada pihak keluarga,” terangnya.
Atas penemuan korban hilang itu, lanjut Chiristison, pihaknya akan tetap melanjutkan pencarian dua orang lagi dari laporan korban hilang. “Pencarian korban yang belum ditemukan akan kembali kita lakukan bersama tim gabungan. Pencarian akan dimaksimalkan sampai tujuh hari kedepan pasca peristiwa banjir dan longsor di desa tersebut,” tukasnya.
Katanya lagi, dari 14 laporan korban hilang, enam korban ditemukan selamat yakni Sonta Simanullang, 72, Pery Sihotang, 45, Grace Cia Cilina, 9, Joharia Sihotang, 12, Daniel Sihotang, 25, Lapider Simanullang, 70.
Selanjutnya, korban ditemukan meninggal yakni, Beres Sihotang, 80, Merni Simamora, 45, Tiurma Simanullang, 90, Juniati Silaban, 47. Korban meninggal ini ditemukan pada hari pertama pencarian. Sedangkan korban, Tiada Simanullang, 70, dan Nardo Sihotang, 19 ditemukan pada hari ketiga pencarian pasca longsor. Kini para korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kemudian, sambung Chiristison, korban yang masih dinyatakan hilang yakni anak dari Nurcahaya Sihotang, 9, Roy Simanullang, 19. Selain korban longsor, tujuh unit rumah rusak diterjang longsor. Lima di antaranya berada di Desa Panggugunan milik Harjo Sihotang, Beres Sihotang, Pery Sihotang, Sonta Simanullang, Tiurma Manullang. Dua unit rumah lainnya berada di Desa Pulo Godang milik Hendri Panggabean dan Lavinder Simanullang. (id62)


















