Pendemo Segel Ruangan Kadis Ketapang

  • Bagikan

MADINA (Waspada) : Aliansi Mahasiswa Peduli Uang Negara Kabupaten Mandailing Natal (AMPUN MADINA) melakukan aksi unjuk rasa dan menyegel ruangan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Madina, Selasa, (22/03).

Merasa tidak dihargai karena aksi ini sudah ke 4 kalinya dilakukan, mahasiswa mengatakan tidak akan menghentikan aksi ini sampai Bupati Madina turun tangan dan mencopot Kepala Dinas Ketapang Taufik Zulhandra dari jabatannya.

Mahasiswa Ampun yang hendak menyegel ruangan kepala dinas sempat bersitegang karena dihalangi oleh beberapa pegawai dan pihak kepolisian yang sedang mengamankan aksi tersebut.

“Bupati juga tidak akan mendukung jika Kadisnya seperti ini, tidak pernah masuk kantor, namun heran para pegawainya malah mendukung Kadisnya, ada apa ini, apa ada kong kali kong di kantor ini. Kami juga menduga Bapak Taufik Zulhandra selaku Kadis Ketapang Madina terlibat dalam dugaan kasus korupsi, karena Kadis ini takut dan tidak pernah mau menjumpai kami,” teriak Imam Samudra selaku koordinator aksi.

Pendemo Segel Ruangan Kadis Ketapang

Sementara AF Nasution salah satu Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Ketapang mengaku tidak ada hak dari mahasiswa jika ingin menyegel ruangan kadisnya, ia juga bersama pegawai lainnya merasa keberatan dan sempat adu mulut dengan mahasiswa, karena jika ruangan kantor kadisnya disegel mahasiswa, maka ia mengaku akan disalahkan oleh kepala dinasnya.

“Nanti kami pula yang kena, jangan disegel ruangan pak kadis, di depan aja segelnya kalo kalian mau, intinya kami tidak memberikan izin jika kalian menyegelnya, lagian tidak ada hak kalian untuk menyegel kantor ini, kalian hanya mahasiswa, jadi tidak ada hak untuk melakukan penyegelan,” kata AF.

Dia juga mengaku jika saat ini kepala dinasnya Taufik Zulhandra sedang berada di luar dinas untuk kunjungan kerja di daerah Ulu Pungkut. AF menjelaskan jika salah satu tuntutan dari mahasiswa tersebut anggarannya sudah dibagikan untuk gaji para tenaga honorer yang ditanggung setiap kegiatan di 6 dinas UPT dari satu dinas.

“Anggaran ini kan dipergunakan untuk membayar gaji tenaga honorer, klo tidak dari sini, dari mana lagi anggarannya diambil” ungkap AF. (Cah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *