Pengantin Baru Bulan Madu Di Bui,
Polisi Sita Ribuan Gram Sabu

  • Bagikan
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Ahmad Yusuf Afandi memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus sabu dan ekstasi. Waspada/Rasudin Sihotang
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Ahmad Yusuf Afandi memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus sabu dan ekstasi. Waspada/Rasudin Sihotang

TANJUNGBALAI (Waspada) : Pasangan suami istri muda terpaksa berbulan madu di balik dinginnya jeruji besi sel Mapolres Tanjungbalai karena diduga terlibat jaringan peredaran narkotika Internasional, Rabu (30/11).

Pengantin baru itu, HYB alias Hen, 24, dan KD alias Tina, 22, warga Jln Jenderal Sudirman Kel Sijambi Kec Datukbandar Kota Tanjungbalai. Kini tak banyak yang bisa mereka lakukan layaknya pengantin baru pada umumnya, hanya berpegangan tangan tanpa bertatap wajah di antara sela teralis besi ruang tahanan narkoba.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Ahmad Yusuf Afandi didampingi Kasatres Narkoba, Iptu Reynold Silalahi dan Kasie Humas, AKP AD Panjaitan menjelaskan, kronologi penangkapan berawal pada Jumat (25/11) pukul 04.20, polisi menangkap Hen. Tersangka diciduk di Hotel KM 7 Jalan Jenderal Sudirman Kel Sijambi Kec Datukbandar Kota Tanjungbalai, dengan cara penyamaran.

Waktu itu petugas memesan narkotika jenis sabu sebanyak 50 gram, selanjutnya terjadi kesepakatan untuk transaksi di Hotel KM 7. Hen kemudian datang dan menyerahkan sabu tersebut kepada petugas, dan langsung ditangkap.

Selanjutnya pengembangan polisi mengamankan istri Hen, KD Alias Tina dari kamar depan rumahnya. Petugas lalu menggeledah kamar belakang dan berhasil mengamankan barang bukti satu plastik putih berisi satu kilogram sabu dibungkus plastik Merk Guanyinwang.

Polisi juga mengamankan beberapa plastik lainnya juga berisi sabu. Total barang bukti yang berhasil disita dari pasutri ini sebesar 542,93 gram sabu.

Saat diinterogasi, tersangka Hen mengaku memperoleh kristal putih ini dari laki-laki bernama AEP alias Alwi akhir Agustus 2022 sebanyak dua kilogram. Awalnya HEN disuruh Alwi mengantar sabu tiga bungkus kepada pria tidak dikenal suruhan Ulong di depan Hotel Suranta Jalan Jend Sudirman Kel Sijambi Kec Datukbandar Tanjungbalai.

Setelah Hen mengantar tiga bungkus sabu tersebut, laki-laki yang tidak dikenalnya itu lalu memberikan barang lain berupa dua bungkus plastik berisi sabu kepada Hen. Sabu tersebut kemudian langsung terjual 1,2 kilogram melalui perantara istrinya, Tina kepada seorang pria inisial L, warga Pekanbaru.

Hen kemudian menerima upah sebesar Rp 800 ribu dari Alwi atas jasa mengantar sabu seberat tiga kilogram tersebut.

Selanjutnya tim bergerak cepat untuk mencari dan mengamankan AEP alias Alwi sang bandar narkotika, Jumat (25/11) pukul 05.30 di Jln RA Kartini Lingk II Kel Pahang Kec Datukbandar. Dari rumahnya, petugas menemukan tas sandang hijau merk Sport berisi tiga bungkus plastik asoi warna orange.

Setelah dibuka, petugas menemukan tiga bungkusan warna hitam dan kuning berisi diduga narkotika jenis sabu. Kemudian lima bungkus plastik klip transparan berisi diduga narkotika jenis sabu.

Awalnya Alwi menerima enam kilogram narkotika jenis sabu tersebut dari seorang laki-laki tidak dikenal atas suruhan Ulong akhir Agustus 2022 sekira pukul 21.30. Penyerahan sabu itu terjadi di Jln Jenderal Sudirman Km 4 Kel Sijambi Kec Datukbandar Kota Tanjungbalai tepatnya di depan gedung olahraga.

Tersangka kemudian membawa barang haram tersebut ke rumah temannya, Hen. Selanjutnya Ulong menyuruh tersangka untuk mengantarkan tiga kilogram kepada seorang laki-laki di depan Hotel Suranta, sedangkan sisanya 3 kilogram disimpan Hen di rumahnya.

Setelah Alwi menyerahkan tiga kilogram sabu kepada laki-laki yang tidak dikenal di Hotel Suranta, pria itu selanjutnya menyerahkan empat kilogram sabu kembali kepada Hen. Tersangka lalu datang ke rumah Hen dengan membawa empat kilogram sabu.

Kemudian Ulong kembali menyuruh tersangka Alwi mengantarkan sisa tiga kilogram. Alwi lalu menyuruh Hen mengantarkan sisa tiga kjilogram sabu kepada laki-laki yang tidak dikenal.

Setelah Hen mengantar sisa tiga kg tersebut, laki-laki yang tidak dikenal itu menyerahkan barang lain berupa dua kilogram narkotika jenis sabu kepada Hen. Hen memperoleh upah dari Alwi sebesar enam juta rupiah.

Sekitar bulan April 2022, Alwi juga pernah mengantarkan sabu sebanyak dua kilogram dengan upah Rp2,5 jt. Total sabu yang diamankan dari tersangka Alwi sebanyak 3.385,3 gram

Ekstasi

Terpisah, pria IME alias Nanda dan AS alias Agung ditangkap atas kasus kepemilikan 35 butir pil ekstasi warna merah muda, di Jln Singosari Kel Gading Kec Datukbandar Kota Tanjungbalai dengan penyamaran, Kamis tanggal (24/11) pukul 22.30. Petugas awalnya memesan ekstasi sebanyak 35 seharga Rp4,2 juta.

Kemudian terjadi kesepakatan untuk melakukan transaksi di Jln Singosari. Tersangka IME mengajak tersangka AS untuk melakukan transaksi dengan mengendari sepeda motor. Berdasarkan keterangan keduanya, ekstasi tersebut diperoleh dari seorang laki-laki berinisial T seharga Rp3,5 juta.

Jika keduanya berhasil menjualkan ekstasi tersebut maka keuntungan akan dibagikan sebesar Rp700 ribu. Jaringan ini sudah empat bulan yang lalu bersama-sama untuk menjualkan sabu dan ekstasi. (a21/a22/a20)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *