Penggalas Berebut BBM Di SPBU Sinauru Berujung Perkelahian

  • Bagikan
Penggalas Berebut BBM Di SPBU Sinauru Berujung Perkelahian

PP.BATU, NISEL, (Waspada): Sejumlah para penggalas yang berebut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU yang terletak di Desa Sinauru, Kecamatan Pulau Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan berujung terlibat perkelahian, Selasa (19/3).

Saling berebut bio Pertalite di SPBU  yang terletak di Desa Sinauru Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, akibatnya para penggalas minyak saling baku hantam pada kemarin, Selasa (19/3) siang.

Perkelahian antar penggalas BBM tersebut sempat diabadikan warga dan rekaman video saat kejadian beredar di media sosial.

Penggalas Berebut BBM Di SPBU Sinauru Berujung Perkelahian
Perkelahian antar penggalas BBM di SPBU Sesa Sinauru, dimediasi untuk perdamaian oleh Polsek Telo, Selasa (19/3). Waspada/Ist

Kapolsek Pulau-Pulau Batu, AKP Tugino Purba yang dikonfirmasi Waspada, Rabu (20/3) membenarkan peristiwa keributan yang berujung pada perkelahian antar A. Gowasa dan A. Sarumaha.

Tugino menjelaskan peristiwa perselisihan terjadi antara, S Gowasa dan A Sarumaha bermula saat sedang mengantre membeli BBM di SPBU Sianuru.

“Saling ketersinggungan dan saling berebutan minyak jenis Pertalite, tidak sabaran mengantre berakibat salah paham sehingga terjadi perkelahian,” jelas Tugino Purba.

Atas kejadian tersebut, para pelaku diamankan oleh personel Polsek Telo dan pada saat itu juga dilakukan mediasi untuk perdamaian atas permasalahan yang terjadi.

“Dari hasil mediasi yang kita prakarsai antara para pihak yang bertikai tersebut, sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan,” pungkas Tugino.

Sementara Dedi Takur tokoh masyarakat dari Desa Sinauru mengungkapkan sumber permasalahan yang sering terjadi apabila masuk pasokan minyak BBM jenis Pertalite di Pulau Telo.  “Para penggalas saling berebutan tanpa menunggu antrian untuk mendapatkan minyak tersebut,” ungkapnya.

Menurut Dedi Takur, pasokan BBM di Kepulauan Batu yang memiliki 7 kecamatan yang memiliki 87 desa dan hanya dilayani satu SPBU jelas sangat kurang.

Seperti diketahui masyarakat di Kepulauan batu pada umumnya berprofeai sebagai nelayan yang setiap harinya butuh BBM termasuk kebutuhan transportasi antara pulau juga menggunakan peragu motor.

Sementara pasokan BBM jenis Pertalite masuk di SPBU Sinauru dari informasi yang diperoleh hanya berkisar 25 ton per dua puluh lima hari sehingga  setiap BBM masuk di SPBU jadi rebutan warga.

“Untuk itu kami dari warga Kepulauan Batu sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah pusat dan khusus Depot Pertamina agar penambahan kuota  minyak BBM di daerah ini dapat perhatian khusus,” tandas Dedi Takur.(a26/chbg).

  • Bagikan